Buku VS Choki Choki dan benda Tak Berharga Lainnya

15:23

8.38
7/30/2011


Ada benernya juga apa kata tentor aku di tempat bimbingan belajar. Yang namanya anak sekolah rada susah untuk berkonsentrasi dan aku mengalaminya sendiri. Begitu banyak waktu yang dibutuhkan buat preparation belajar. Sementara belajarnya lebih sebentar dari preparationnya. 


Dari tadi aku nyari buku catatan, buku cetak, nyari pena yang kececer semenjak liburan sehari yang lalu. Terus nggak tau kengapa juga aku nyariin buku sketsa. Apa coba hubungan buku sketsa sama belajar?? Kecuali kalau emang mau belajar buat sketsa :D


Terus barusan bukunya udah ketemu. Eh, di tas sekolah malah ketemu choki choki. Sibuk deh nyariin gunting. Setelah guntingnya ketemu, aku nyari si Rehan. Nawarin Choki Choki bekas ke dia. Udah gitu ngobrol ngobrol bentar sama dia. katanya harga Choki Choki itu gopek. Katanya juga choki choki yang aku beli mahal. Terus aku bilang ke dia kalau emang sengaja mahal, soalnya biar nambah uang kas buat biaya pagelaran kelas kami.


Setelah selesai dengan choki choki, aku keluar lagi ngambil buku dan segala perlengkapan yang sudah ditumpuk dan siap diangkut ke kamar. Setelah tiba di kamar, bukunya nggak langsung dibuka. Aku malah buka Itunes dan dengerin You are my everythingnya Glenn Fredly sambil menulis entry ini. Random bukan? Sangat.


Padahal dari jam 7 tadi udah wanti-wanti mau belajar sampai jam 9. Tapi nihil men, modal niat tanpa aksi sama aja bo'ong. Hadeh, daripada kebanyakan wasting time di sini, ayo kita benar benar belajar! Konsentrasi! #minggat, buka buku, ketiduran 

You Might Also Like

0 comments

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.