Sabtu ceria

01:18

I just wanna tell you the truth,

I have been in XI grade for almost 5 months and there is no something special in my school. Till one day has come to me and now I change my mind.


Lagu dari Miley dari dalem iPod nemenin aku sepanjang perjalanan ke sekolah, sambil sesekali aku ngelirik lks kimia buat ulangan pada jam pertama. Pas nyampe di sekolah temen-temen pada nyambut dengan muka pasrah. Terdengar kabar dari kelas sebelah bahwa konon kabarnya soal ulangan kimia buat ulangan kimia kali ini amat sangat sulit.

Beberapa temen-temen aku sih udah down duluan, buku-buku kimia yang tak berdosa itu pun cuma dipegang dan nggak dilirik sama sekali.

For me this is like another disasters setelah meledaknya gunung Merapi atau gempa di Mentawai.

Coretan pas kimia yang disertai gambar nggak jelas

Bel masuk bunyi, soal-soal fotokopian kimia nyerang kami dengan sangat brutal. Sumpah gila susah! Ga tau deh ibunya dapet soal darimana. Dalam suasana hening dalam waktu saru jam aku dengan sukses ngarang jawaban dengan bebas.

Okeh, jam kimia abis, matematika kosong dan pas belajar biologi pak Har nggak ngajar, jadi aku ama temen-temen nyari kesibukan laen. Hal pertama yang dilakuin anak-anak: beli es krim! Soalnya beberapa hari yang lalu di sekolah aku baru ada eskrim walls. Nggak tau juga deh mereka emang doyan eskrim, kepanasan, atau nggak pernah makan eskrim sebelumnya. Alhasil stick eskrimlah yang memberikan hiburan kepada kami.

Tiwik: *abis makan eskrim* eh, siapa yang ada stick eskrim, maen yok
aku : tiw, aku punya nih, bekas kemaren *niat pengen ngumpulin stick terus dituker*
Tiwik: maen upin ipin yok!
*buat yang ga tau si upin ipin main apa silakan anda cari tau sendiri*

Temen-temen pun pada ngumpul, pertarungan Tiwik VS Nadia dalam pertarungan stick eskrim pun tak terelakkan. Sejarah baru pun tercipta.

After we spent almost 5 months we are there finally, we can do something together. WOW!


Sri, one of my best friend was playing with them. Tiba-tiba dia nyerocos:
Sri: Ah, main kayak gini aja nggak seru

Tiwi: Jadi gimana?

Dan taukah kamu apa yang terjadi?
Okeh, mereka bikin 2 kubu, Kubu Si Sri sama Tiwik, masing-masing tim 3 orang. Mereka balapan nepuk-nepuk lantai biar stick eskrimnya melakukan perpindahan ampe ke garis finish. Buat yang nggak liat rugi banget. Mungkin hal ini merupakan pertandingan perdana di sekolah kami karena nggak ada seorangpun yang berfikir untuk membuat kompetisi ini, huhahaha

Setelah puas bermain stick-stick tersebut kami ngelanjutin dengan maen domikado ama kotak pos. Buat kalian yang masa kecilnya bahagia pasti tau dong permainan ini :)

Abis itu kami ngelanjutin ama permainan lain yang aku nggak tau namanya apa. Sebut aja namanya pipo pipo dan lagu permainan itu nggak aku kenal sama sekali. Liriknya kayak gini:

Pipo pipo
laba laba sesedo
samalado ham tere
ham tere pipo

Pas denger lagu ini aku ngakak dengan sukses dan berfikir.

Darimanakah lagu ini? Dari bahasa apakah lagu ini? Siapakah yang menciptakan lagu ini dan apakah makna dari lagu ini?
Mungkinkah lagu ini berasal dari Papua?

Peraturan permainan PIPO:
  1. Letakkan 2 tangan setiap orang di lantai atau meja.
  2. Nyanyikan lagu pipo pipo
  3. Pas lagu abis tangan yang telah terpilih saling sambung menyambung dengan membentuk kepalan dimana setiap kepal tangan megang jempol tangan yang lainnya sampe tangan terakhir dan nggak ada lagi tangan yang tersisa.
  4. Tangan-tangan tersebut digoyang melawan arah jarum jam tanpa terputus.
  5. Tangan tersebut kemudian rontok setelah digoyang dan masing masing jari membentuk seperti angka lima sampe tangan terakhir.
  6. Tangan terakhir nepuk tangan yang dibawahnya dan tangan yang bawahnya nepuk tangan yang dibawahnya lagi. Sampe tangan yang paling bawah terpukul
  7. *semakin kuat pukulan anda semakin menantang permainannya*

Permainan ini cukup ekstrim buat seseorang yang punya keberuntungan buruk, keberuntunganlah yang menentukan letak tangan anda sodara-sodara.

Permainan ini cukup sukses kami lakukan.


Setelah bel pulang, kelas aku ikut latian obade buat upacara Senin depan. Abis itu aku ama temen-temen yang lain nyelesein bikin biopori. Kebetulan kami nggak punya alat bor, jadi paralon di masukin dalem tanah buat bikin lobang dan kebetulan tanahnya udah padet jadi paralon susah ditarik ke atas. Setelah melakukan beberapa hal dan paralonnya ga bisa ditarik Dedy salah satu temen aku mulai ngasi ide.

Dedy : Paralonnya kita bolongin terus ditarik pake tali aja
Sri : Mana bisa, ntar yang bolong diujungnya aja

Perdebatan mulai dan beberapa saat kemudian Efi ngasi ide *kalo ga salah sih si efi*

Efi : Kasi air aja biar tanahnya lunak
Dewi: Iya kasi air aja tanahnya
Aku : *Jalan sambil nenteng air buat lunakin tanah*
Jery : *Tiba-tiba dateng dan nyiram pake air keran*
Aku : *Ngasi ember berisi aer ke temen-temen, dan refleks nyiram Jery balik*

Setelah refleks nyiram si Jery, ga tau kapan si Sri ngambil ember yang airnya masih ada sisa dan seketika kami ngacir. Tanpa diduga dan disangka aku lari ke koridor ruang sejarah dan pas lari, air dateng tepat di bawah kaki aku yang nggak make sendal atau sepatu dan aku berhasil mendarat dengan sukses beberapa puluh sentimeter dari tempat awal berpijak.



Jery dihajar masa

(kiri ke kanan) Lulu, Puek,Gati, Surya, NDewi, Dita, Via





Next, spontan temen-temen aku ngakak dan waktu jatuh aku nendang tong sampah di depan ruang sejarah. Tong sampah itu merupakan saksi bisu kejadian ini.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang akan dilakukan tong sampah itu? dan sampai kapankah jaman kejayaan eskrim di sekolahku akan berakhir?


Nantikan postingan berikutnya

You Might Also Like

0 comments

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.