Batam

Kisah Osas dan Supir Angkot

00:59

Akhir-akhir ini saya sering naik angkot sebagai transportasi utama untuk berangkat kerja. Dari sekian banyak angkot yang saya naikin, ngga cuma pas kerja tetapi juga saat sekolah dulu, ada satu hal yang sangat menarik perhatian. Hal itu adalaaaah .... jreng jreng jreng jreeeeeng~ Budaya membaca!

Hal yang bikin menarik itu adalah budaya membaca yang saya temukan. Nggak cuma satu supir angkot, tapi banyak supir angkot! Fenomena ini biasanya bisa ditemui pagi hari saat jam-jam kantor atau jam-jam sekolah tiba. Biasanya waktu lampu merah atau ngetem nunggu penumpang, sang supir nunggu penumpang atau nunggu lampu merah jadi hijau sembari membaca koran.

Tadi ada kejadian menarik waktu saya naik angkot. Seperti biasa, angkotnya ngetem dulu nungguin penumpang. Kemudian saya naik. Kebetulan di angkot cuma ada tiga orang. Saya, si sopir, sama satu lagi penumpang di depan dan kayaknya itu bukan orang Indonesia soalnya itemnya beda. Karena di sini banyak orang timur jadi saya bisa bedain dooong mana penduduk lokal dan mana yang nggak hahaha. Nah penumpang satu lagi ini kita sebut saja Osas.

Kantor dan rumah saya jaraknya ngga jauh. Sekitar 5 menit naik angkot, belum termasuk jalan kaki dari dalem komplek ke jalan raya. Dan dari halte ke kantor -_- Saya pun naik angkotnya, dan angkot pun melaju. Sesampainya di lampu merah, angkot pun ikutan berhenti. Nah, di sinilah ritual baca koran biasanya dimulai. 

Seperti biasa, koran biasanya ditaruh di dashboard. Waktu angkot berhenti, korannya diambil sama sang supir kemudian dia mulai membaca. Sang supir pun membaca dengan serius, lalu membolak balik halaman koran. 

Setelah sang supir selesai membaca (ngga sekoran-koran juga soalnya lampu merah bentar doaaang wkwkwk) sang supir melipat koran dan bersiap meletakkan koran di dashboard. Menariknya si Osas tadi masih ngelirik koran yang dibaca sama sang supir.

Sang supir pun sadar akan tingkah laku Osas yang membaca koran dengan curi-curi pandang. Sang supir pun berkata kepada Osas, " Mau baca?" sambil melemparkan senyum. "Boleh?" tanya Osas. Sang supir pun melemparkan senyum ke Osas kemudian memberikan koran ke Osas, setelah itu sang supir berkata, "Mau baca yang mana?" Osas pun mengambil koran yang ingin dia baca. Endingnya saya turun di halte setelah lampu merah dan si Osas masih baca koran. 

Menariknya lagi, berita itu ngga melulu membuat permusuhan. Kadang berita juga bikin orang jadi akrab kayak kisah di atas. Meskipun saya kaget bahwa ternya si Osas bisa bahasa Indonesia *ga nyambung* haha

Osas dan Sang Driver

Emang seberapa penting sih baca koran? It depends. Kalau kamu mau jadi manusia ignorant yang cuma percaya sama berita sepotong-sepotong tanpa tau sebab-akibat, ya ngga penting. Tapi, kalau kamu mau memperkaya diri dengan memperbanyak wawasan, membaca itu penting. 

Kalau boleh ngutip ayat nih, sesuai sama pesan Al-Alaq ayat 1-5 biar kita tuh baca. Baca dan read between the lines juga. Soalnya kalau zaman sekarang belum cukup hanya dengan membaca apa yang ada, tapi kita juga harus menelaah, meneliti, memahami, crosscheck soalnya banyak banget berita-berita hoax, fitnah dan kebencian yang meradang akhir-akhir ini. Dimana opini jadi fakta, dan fakta jadi opini. Parahnya banyak orang yang percaya gitu aja.

Yang parahnya lagi nih, membaca aja ngga pernah. Giliran ada berita heboh tiba-tiba jadi sok-sok kritis gitu tanpa tau sebabnya apa, akibatnya apa -_- apa coba namanya? Membaca aja ngga pernah, tapi jadi ngerasa paling tau aja. Nah, pada akhirnya ntar bikin status di medsos, terus debat kusir. Yang kayak gini yang bakal munculin perpecahan, unfriend temen, ada yang merasa terzholimi. 

Ada dua macem orang yang biasanya terlibat. Pertama, orang yang beneran ngerti sama masalah dan yang pura-pura ngerti biasanya yang kayak gini argumen ngga didasarin logika karena kurang baca tadi. Dan yang kedua, sama-sama ngerti tapi beda point of view. Tapi kalo yang beda point of view biasanya saling nerima aja, toh bagian dari demokrasi. Cuma pastinya demokrasi itu juga harus disertai dengan tanggung jawab. Jangan bisa jawab doang, giliran nanggung ngga mau.

Nah, terus apa bedanya supir angkot baca berita, sama kita baca berita? Seperti kejadian yang saya alami, supir angkot tadi baca berita langsung dari sumbernya. Sementara kita baca berita dari sosmed, dan itu pun cuma judul doang. Udah baca judul doang, sumber entah berantah, percaya pula. Tanpa mau cari tahu terlebih dahulu bahwa berita itu valid atau ngga. At least cek deh dari laman koran online.

Karena pada dasarnya media itu fungsinya ada tiga. Pertama, menginformasi. Kedua, mengedukasi. Ketiga, menghibur. Nah, manfaat dari fungsi-fungsi itu yang bisa kita dapatkan dari membaca. 

Nah, mari kita mulai budayakan membaca. Jangan mudah terprovokasi, dan jadilah pembaca yang cerdas.

World Cup

Seleksi Relawan World Cup 2018

02:24

Ajang Piala Dunia (World Cup) adalah ajang prestisius yang ditunggu tunggu di seluruh dunia. Wooo! Orang rumah saya bela-belain nonton tengah malam termasuk emak saya. Sayang rasanya kalau ngga nonton juga, meskipun saya cuma penonton musiman. Seru aja gitu, rela-relain begadang buat nonton terus tebak-tebakan siapa yang bakal menang. Nebak skor kira-kira pertandingannya gimana. Meskipun kadang ujung-ujungnya ngantuk dan ketiduran bhahaha

Cuma ada hal lain yang menarik. Semuanya berawal dari situs ini yang nawarin untuk jadi sukarelawan World Cup 2018 dan bikin saya mikir "Oke, ini patut dicoba!" Meskipun timnas Indonesia ngga ikutan berlaga :'( Semoga suatu hari nanti timnas kita juga bisa ikutan. Lagian kapan lagi bisa terlibat di ajang sebesar ini, men! Sukur-sukur kalau bisa bertugas sambil nonton pertandingan gratis.

Sedikit tentang World Cup 2018. Ajang ini bakal dilaksanakan di Rusia dan akan ada 11 kota yang jadi tuan rumah (host city). Mereka membutuhkan 5.000 sukarelawan untuk piala konfederasi dan 15.000 sukarelawan untuk World Cup. Syarat jadi relawan adalah berusia 18 tahun minimal, kemudian bisa berbahasa Inggris. Bukan bahasa tubuh atau bahasa kalbu. Yakali ntar ngomongnya dari hati ke hati wkwkwk

Untuk menjadi sukarelawan ada beberapa tahap yang harus dilalui. Yang pertama adalah seleksi administrasi. Kemudian tes bahasa Inggris online dan yang terakhir adalah interview! Buat yang tinggal di luar Rusia interview-nya via Skype. Nah, kalau dinyatakan lolos tahap berikutnya adalah training~

Saya pun memutuskan untuk daftar sekitar bulan Juli melalui volunteer portal. Tahap pertama itu melengkapi administrasi seperti data diri, pengalaman volunteer dll. Terus juga kita disuruh pilih mau ditempatkan di kota mana dan volunteers' functions yang mana. Pertimbangan soal kota yang pasti saya ngga milih Moscow sama St. Petersburg karena pasti banyaaaaak banget orang yang mau daftar di sana dan mengingat living cost *uhuk* di sana cukup *uhuk* mahal *uhuk uhuk uhuk* akhirnya saya pilih yang lain.

Namanya juga sukarelawan. Suka rela alias tanpa pamrih dan ngga dibayar. Yang ditanggung cuma makan dan transportasi selama di sana. Tapi saya mikir kalau pengalaman dari sana ngga bakal bisa dibeli sama apapun. So, it is worth to try laah.

Email pertama dari FIFA

Tanggal 20 Juli saya dapat email dari FIFA. Meskipun cuma automatically generated email rasanya udah seneng aja hahaha. Emailnya ini ada 2 bahasa. Pertama bahasa Rusia sama di bawahnya bahasa Inggris. Cuma karena ngga ngerti akhirnya saya Google terjemahin biar saya bisa ngerti artinya.

Email kedua disuruh tes online

Setelah beberapa purnama berlalu *eaaa* akhirnya email yang ditunggu datang jua. Kirain saya bakal diemail lagi 2017 bhahaha. Isinya tentang tes Bahasa Inggris. Ini versi lengkapnya:

Dear candidate!
We are pleased to invite you to complete the English Levelling Test. This stage is essential so that we can assess your knowledge of this language and find the best position for you.
You can complete your test online. Please go to the Volunteer Portal, login and follow the link to your English Levelling Test. Please use only your computer while doing the test. Test is not available on mobile devices or tablets.
Test is assessing your grammar, listening and reading comprehension, which will take approximately 40 minutes to complete. We recommend you to be careful while answering the test because you will not be able to get back to the previous question.
Please complete this test within a week. After completing the test, we will contact you to inform about next steps.
If you have any queries, get in touch with us over the Customer Services channels.
Thank you,

Awalnya grogi juga tesnya bakalan kayak gimana. Setelah di klik muncullah situs EF. Di sini mereka bakal liat kemampuan bahasa Inggris kita dari segi grammar, listening dan reading. Setelah selesai mengisi semua jawaban, secara ajaib hasil test keluar! Kirain bakal nunggu lama dan harap-harap cemas dan bertanya-tanya. Tapi ternyata ada kejelasan wkwkwk


My score!!!

Saya dapat level 11 - Upper Intermediate. At least untuk volunteer function yang saya pilih udah memenuhi syarat minimal. Tanggal 25 Oktober mereka ngirim undangan untuk tes bahasa Inggris. Kelar tes bahasa Inggris, tanggal 27 saya dapat undangan interview.







Undangan interview

Dapet email interview saya ngacir ke portal volunteer. Tapi ternyata ngga ada apa-apa. Beberapa minggu kemudian saya dapat undangan interview lagi. Di portal volunteer, kita diminta untuk memilih waktu interview baik hari maupun jam. Jadi tinggal pilih hari/tanggal dan jam berapa. 

Interview saya dijadwalkan pukul 8.30 malem WIB. Ngomong-ngomong WIB sama Russia (UTC + 3) beda 4 jam. Waktu ngatur jadwal interview, waktu yang dipakai adalah waktu Rusia. Jadi mau ngga mau deh ngitung. Terima kasih untuk jarak dan waktu, saya jadi belajar matematika lagi :') 

23 November jam 8.23 Skype account saya di-add sama volunteer centre Kazan. Ada pesan "Are you ready to start now?" Thanks to kebiasaan ngaret yang udah mendarah daging, saya telat untuk interview -_- saya baru buka Skype jam 8.33 cuma saya ngga ditelpon padahal dianya online. Kan sedih kan -_-

Paginya saya baca pesan dari mereka untuk reschedule interview karena ada problem. Ya udah, saya reschedule ke tanggal 30 jam 3 sore. Waktu itu saya lagi di kantor dan ada pesan "Hello, are you ready to start the interview?" 

Bukan Skype namanya kalau ngga pakai game halo-halo. Game dimana kita berusaha untuk mendengar dan terdengar sama orang yang ada di sana hahaha. Hello can you hear me? Do you hear me? bla bla bla. Btw ini Skype-annya di kantor dan saya ada di dalem ruangan. Mana orang kantor concern nanyain "bisa ngga? bisa ngga?" "udah pake wifi kantor?" mana si Lilis minjemin headset. Aduh baik banget mereka :')

Karena koneksi yang jelek kita putusin Skypenya. Oh iya, untuk memudahkan penulisan, interviwernya kita sebut saja Masha. And the bear. Setelah mutusin Skype, Masha ngirim pesan:

Masha: "I don't see you" 
saya: ....

Padahal awalnya telponan. Ternyata dia ngajakin video call!!! Tau gitu henponnya ngga saya taruh di kuping bhahahaha.

Beberapa menit kemudian saya dapet panggilan Skype lagi. Kali ini hpnya ngga saya taruh di kuping lagi. Masa iya dia mau saya sodorin rambut? Yang ada ntar di layar Skype dia isinya hitam semua :')

Setelah panggilan diterima, ada seseorang di sana yang nanyain saya. Awalnya standardlah nanyain nama. Untuk pertanyaan lain saya list aja pertanyaan yang masih saya ingat secara random urutannya.
  1. Why do you want to be volunteer for World Cup
  2. Why do you choose Kazan
  3. What volunteer function do you choose
  4. Tell a situation when you have to change assignment quickly
  5. Tell a situation when you work in a team
  6. Are you a leader or a follower
  7. Do you take initiative
  8. Can you do daily work
  9. What's your hobby
  10. What languages do you speak
  11. Can you speak Russian
  12. Your shirt and shoes size
Kelar interview saya diinterview lagi sama temen-temen sekantor wkwkwk. 

Pengumuman diterima atau nggaknya sebagai relawan Piala Dunia 2018 bakal diumumin awal 2018 at the latest. Pendaftaran relawan juga masih buka sampai bulan Desember ini. Langsung aja register di https://ems.fifa.com/volunteer/Login/RUSSIA/

пока!)

Batam

Pengalaman Memakai LinkedIn

22:02

Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus kuliah? Kerja? Liburan dulu? Atau kuliah lagi? Dilema emang pilihannya. Sayangnya, saya belum bisa apply beasiswa. Sertifikat IELTS belum ada, motivation letter belum bikin, ijazah belum diambil. Ibarat kata kalau mau tanding, berdiri di garis start-nya aja beloooom! Hahaha

Nah tadi itu sejujurnya. Sekarang kita bahas faktanya eaaa~ Jadi setelah kelar sidang, beberapa hari atau minggu kemudian saya dapat sebuah pesan di LinkedIn. Bukan pesan mama minta pulsa, bukan juga pesan bahwa saya dapat undian mobil atau semacamnya. Intinya dia nyari karyawan untuk bagian marketing di Batam. FYI yang dapet pesan bukan saya aja, tapi ada beberapa temen yang juga dikirimin pesan yang sama. Di LinkedIn juga banyak orang-orang fake gitu. Harus bener-bener bisa bedain.

Karena waktu itu emang lagi ngga ada kerjaan, ya udah saya samber aja. Lagian beruntung banget rasanya. Ngga nyari kerjaan, tapi malah ditawarin. Sementara temen-temen saya yang kerja sambil kuliah harus resign pas skripsian. Dan beberapa dari mereka setelah wisuda malah susah nyari kerjaan. 

Idealis boleh, tapi juga harus realistis meskipun bukan NGO :') Hitung-hitung nambah pengalaman biar bisa ditaruh di CV dan memenuhi syarat untuk beasiswa macem Chevening yang emang harus punya pengalaman kerja minimal 2 tahun, sekaligus nabung buat modal beasiswa. Meskipun beasiswanya full tetep harus butuh modal. IELTS 2 jutaan lebih, ongkos pesawat PP Batam - JKT - Batam  sekitaran 1 juta kalau dipanggil interview beasiswa, belum lagi akomodasi selama interview dan lain-lain -__- Malu juga minta-minta duit kalau udah lulus wkwkwk

Balik lagi ke LinkedIn. Saya pun nge-Google perusahaannya. Pokoknya nge-stalk dari bos sampe karyawan di sana untuk mastiin ini bukan penipuan. Setelah kelar nge-stalk saya kirim deh CV. Terus saya dipanggil interview 2 kali. Endingnya saya mulai kerja awal November kemarin. Meskipun bener-bener buta sama online marketing dan harus belajar banyak. Saking awamnya saya bingung jelasin ke mamak. Sampai-sampai saya dikiranya masuk perusahaan judi online bhahahaha

Ngomong-ngomong soal LinkedIn, saya disadarin bahwa LinkedIn itu penting dari Mas Nanda di Thailand. Katanya, LinkedIn itu kayak CV online. Meskipun waktu itu saya ngga menganggap serius tapi akhirnya tetep aja pulang dari Thailand LinkedInnya saya bersihin dari sarang laba-laba. Sekaligus update isinya. Cuma ngga nyangka dari LinkedIn bisa dapet kerja secepat ini. Emejing, men!!! Tuhan maha baik emang :')

Pernah juga saya baca di salah satu forum tentang seseorang yang hunting kerjaan via LinkedIn dengan cara ngontakin HR perusahaan yang dituju. Pada akhirnya dia dapat lowongan dan diterima kerja berkat salah seorang yang dia kontak di LinkedIn.

Pesan moral buat mahasiswa tingkat akhir maupun maba:
Ngga ada salahnya bikin akun di LinkedIn selain JobStreet dan temen-temennya.
LinkedIn bukan jaminan, tapi bisa memberikan peluang. 

Uniba Batam

Quick Update!

23:16

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Apalagi kalau bukan hari sidang. Hari yang ditunggu setengah mati gara-gara statusnya yang ngga jelas. Masa penantian pun datang setelah sidang ditunda sehari dari jadwal yang udah ditunda -_- skripsi pun udah berdebu karena udah lama ngga disentuh. Intinya saya kelar sidang hari ini!!! Hahaha. 

Yang pasti lega bangetlah udah kelar sidang. Udah lega ngga mikirin skripsi dari bangun tidur sampai tidur lagi, meskipun ada saran untuk revisi beberapa hal. Meskipun banyak hal-hal absurd hari ini. 

Misalnya pakai baju basah ke kampus dan beruntunglah di Batam mataharinya terik, jadi baju saya kering. Terima kasih untuk tikus laknat yang udah pup di kemeja putih saya dan bikin saya pakai baju basah ke kampus biar baunya ilang :')

Terus hal absurd lainnya adalah tukang fotokopi yang tidak berprikemahasiswaan. Ogah fotokopi di sana lagi. Bayangin ya, skripsi saya sekitaran 80++ lembar difotokopi rangkap 4. Ditinggal bentar sih dan pas ke kampus saya baru liat kalau ternyata fotokopiannya nggak distaples pas udah mau ngumpulin ke dosen buat penguji, soalnya fotokopian ada di dalam kantong kresek. Bangsat emang wkwkwk. Alhasil saya uraikan kertasnya satu-satu dibagi jadi 4. 

Hal berikutnya ngga absurd sih. Jadi terakhir pas diumumin rata-rata peserta sidang udah dibacain nilainya. Nilai saya belum karena pembimbing belum kasih nilai. Btw pembimbing saya sibuk, jadi ga dateng. Single fighter lol. 

Besok rencananya mau daftar yudisium. Yaaay!!! Empat tahun yang ngga berasa.

ENJ

Duka LOL

23:06

Masih inget postingan kemarin tentang jadwal sidang yang mundur dan ENJ? Keduanya saling berkatan. Dan pada akhirnya saya harus memilih salah satu. Kenapa? Yak! Jadwal sidang mundur lagi tanggal 27. Sementara keberangkatan ENJ tanggal 24. Sedih sebenernya ngga bisa ikutan ENJ. Ngga sampe nangis sih, tapi nyeseknya itu loh :'D 

Cuma emang beneran beyond expectation kejadian kayak gini. Udah sama-sama diundur, sama-sama bentrok. Oh semesta, mengapa?! T_T Untung aja temen-temen dan mentor ENJ kasih support T^T bikin terharu~ 

Pastinya ada pengalaman yang bisa diambil dari kejadian seperti ini. Kalau kata orang sih 'ambil aja hikmahnya'. Hikmah yang saya dapetin adalah belajar untuk ikhlas dan tetap optimis bahwa akan ada kesempatan di luar sana. Mungkin belum jodoh untuk ikutan ENJ. Percayalah bahwa rejeki ngga kemana. Hikmah lainnya adalah meskipun ngga jadi berangkat, saya dapet temen-temen baru yang luar biasa.

Wkwkwkwk ini postingan untuk membahagiakan hati doang sebenernya. 
Move on .... move on...

Batam

Penundaan, Suka atau Duka?

23:37

Belakangan isi kepala saya cuma skripsi sama ENJ. Dua hal yang tidak saling berkaitan, tapi rasanya cukup penting untuk dipikirin, walaiupun ngga dikerjain -.- Dipikirin mulu sih yaaa wkwkwk. Mikirin skripsi sama ENJ ini ngga ada habisnya. Kenapa? Soalnya dua-duanya waktunya deketan, dua-duanya juga pake acara ditunda-tunda sehingga meninggalkan tanya di benak saya.

BTW kebanyakan mahasiswa manajemen udah sidang sejak awal September ini, saya belum -_- soalnya waktu itu terjebak dalam birokrasi jadi harus nungguin surat dan blablabla akhirnya saya daftar beberapa hari yang lalu x)

Setelah mengalami sekali, dua kali penundaan dan ini ketiga kali, saya dapat jadwal sekitar tanggal 21/22 masih belum pasti. Kali pertama awal bulan, ternyata jadwal ditunda. Kali kedua urusan saya sama kampus belum kelar, jadi ngga bisa daftar. Kali ketiga baru deh bisa daftar dan harus nunggu sidang minggu depan. Meskipun udah di-acc dan ada sedikit revisian tapi belum kelar sampai sekarang ._. kebiasaan wkwkwk

Sementara keberangkatan ENJ waktu itu dijadwalin tanggal 18. Dengan ekspektasi sidang awal bulan September, terus berangkat hepi-hepi. Heck! Ternyata jadwal sidang saya mundur dari perkiraan, yaitu setelah lebaran. Mungkin juga saya harus terjebak sama pilihan terburuk dimana harus merelakan untuk melepas ENJ karena bentrok sama jadwal sidang.

Ngomong-ngomong di ENJ ini semua kegiatan dan jadwal keberangkatan diatur oleh peserta. Peserta dituntut untuk mandiri. Namanya juga ekspedisi kali ya. Ini juga yang bikin beberapa orang agak 'senewen' karena alur kegiatannya kurang jelas dan informasinya kadang bias.Tapi, yang patut diapresiasi, tim Kepri itu isinya orang-orang kece tahan banting. Oh, balik lagi ke cerita skripsi dan sidang ....

Ajaibnya jadwal sidang saya emang mundur. Kirain minggu ini jadi sidang dan tanggal 18 jadi berangkat ikutan ENJ, ternyata kaprodi bilang sidang bakal diadain tanggal 21/22 masih belum pasti. Semoga aja ngga keluar dari tanggal segitu. Dan ajaibnya juga, jadwal keberangkatan ENJ diganti jadi tanggal 24 bulan ini karena ada satu hal dan lain-lain. Seems like God wants some fun, eh? :')

Sampai saat ini juga tiap tidur selalu mimpiin dua hal ini. Sidang dan ENJ. Padahal udah doa sebelum tidur, tapi mungkin doa saya ngga manjur, jadi mimpinya horor begini -_- mimpi revisi, mimpi naik kapal, mimpi ditanya-tanya dosen. Aneh banget deh pokoknya. Mana pake ditunda-tunda pula jadwalnya, jadi ngga tau kapan bisa berhenti mimpi horor begini wkwkwk

Nah, kebetulan juga buat temen-temen yang mau nyumbang donasi, alat tulis, dan lain-lain silahkan hubungi saya atau temen ENJ Kepri agar sekiranya dapat disalurkan di pulau terluar di Indonesia. Follow kita di instagram ENJ KEPRI and stay update! :)

ENJ

ENJ 2016

20:18

Btw kali ini saya mau posting tentang ENJ atau Ekspedisi Nusantara Jaya 2016. Jadi ENJ ini adalah salah satu program Kemenko Kemaritiman yang dimulai tahun 2015. Hal ini tidak lepas dari keinginan dari presiden kita untuk membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia. Btw ini ada sedikit kutipan dari situs resminya ENJ:

Ekspedisi Nusantara Jaya 2016 oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, yang bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) dan Kementerian Perhubungan dengan menggunakan kapal-kapal perintis dan Kapal Perang (KRI) dalam rangka meningkatkan meningkatkan wawasan kemaritiman untuk generasi muda serta penguatan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta percepatan pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan.
Oke udah dapat gambaran kan tentang ENJ? Intinya dengan program ini, generasi muda lebih bisa dekat sama laut sekaligus juga berkontribusi melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Iya, seru banget bukan? Dan ini juga yang bikin saya tertarik untuk daftar. 

Untuk tahun ini ada 24 provinsi yang terlibat. Provinsi saya juga masuk. Nah, jadi saya daftar yang rutenya Kepri. Kapan lagi bisa keliling Kepri, gratis pula! Haha. Meskipun sebenernya saya ngga bisa berenang atau ngga doyan-doyan amat sama makanan laut, saya tetep cinta laut. 


Jadi target program ini adalah sebanyak 2000 orang dan hal ini menimbulkan polemik di antara caper-caper (calon-calon peserta) karena yang dinyatain lolos tiap provinsi cuma 15-25 orang, dan totalnya peserta hanya sekitar 400an orang. Asumsi saya sih sisanya itu dari universitas yang diundang. Dan beruntunglah saya karena nama saya nyantol untuk kegiatan ini, meskipun kampus saya ngga diundang. Yaaaay!!! .... *diem* *inget skripsi* Seenggaknya selesai sidang skripsi bisa refreshing ngoahahaha

Oh iya, sedikit flashback. Meskipun saya gagal ikutan SSEAYP untuk keliling Asia Tenggara-Jepang, namun melalui ENJ saya dapat kesempatan untuk keliling Kepri. Memang rejeki ngga kemana. Apapun bentuknya. Asean gagal Kepri pun jadi. Selalu ada hikmah dibalik semuanya, asal mau bersabar dan berusaha #eaaa