IYLP : It's time for community Service

13:53

Orang Amerika sering mengadakan community service. Kegiatan sosial ini bergerak di berbagai macam bidang. Sebagian dari kita mungkin menganggap orang Amerika itu kaya. Namun faktanya dari 310 juta orang, yang hidup dalam kemiskinan sebanyak 37 juta orang. Mereka miskin bukan hanya karena tidak punya pekerjaan, tetapi ada juga karena pendapatan yang kecil. Orang yang tergolong ke dalam kelompok ini adalah seseorang yang berpendapatan kurang dari $9,973* pertahun. Untuk single parent dengan 2 anak upah minimumnya adalah $10.712*. Sedangkan sebuah keluarga yang terdiri dari 3 orang $15,577*.

*koma = titik. ex: $ 9,000 = sembilan ribu dollar



Rabu, 14 July 2010
Roanoke, VA

Waktu itu kami diberi kesempatan untuk menjadi sukarelawan di salah satu tempat. Kami diberikan 3 pilihan yang berbeda. Kami harus memilih tempat yang kami inginkan. Ada Head Start, Habitat for Humanity dan  RAM House. Aku sendiri menjadi sukarelawan di RAM House bersama ke 5 temanku yang lain yaitu Elsa, Ferry, Zein, Fahri, Darwin. Oh ya! Pak Celli dan trainer kami Suzanne juga di sini.

Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang ketiga community service berikut:

Head Start:


Organisasi ini bergerak di bidang pendidikan sejak tahun 1965. Organisasi ini memberikan pendidikan kepada 784 anak dari keluarga kurang mampu. Selain itu, organisasi ini juga menyediakan fasilitas kesehatan bagi anak-anak. Dana untuk organisasi ini didapat dari masyarakat dan pemerintah.



Habitat for Humanity:


Organisasi internasional ini dibentuk untuk memecahkan masalah kemiskinan sejak 1960an dan telah membangun 300.000 rumah di seluruh dunia. 3.716 keluarga Indonesia telah dibantu tahun 2010. Tujuan dari organisasi ini adalah untuk membangun rumah dengan harga murah untuk orang miskin. Selain itu, mereka juga menjual bahan bangunan rumah dan hasil penjualan tersebut digunakan untuk membantu warga miskin.

RAM House:

RAM House (Roanoke Area Ministry) adalah organisasi yang memberikan bantuan darurat, pendidikan, makanan, dan tempat tinggal sementara. Untuk makanan, mereka melayani 40-90 orang sehari. Dana oraganisasi ini didapat dari pemerintah dan gereja-gereja. Sedangkan yang menyediakan makanan adalah sukarelawan. Mereka sendiri mulai bekerja dari pukul 9.30 pagi.

kira-kira gini nih bentuk RAM House

Kami yang bertugas di RAM house ini agak sedikit kecewa soalnya tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar di sana. Tapi liat deh, pengalaman dari sana mantap euy! 


Pertama, kami datang dan diberi sedikit informasi tentang RAM House. Kemudian kami masuk ke dapurnya. Eits, sebelum nyentuh apapun kami cuci tangan dulu biar bersih. Terus kita menata meja, menyusun kursi dan senyum :)


Walaupun kebanyakan orang menganggap bahwa orang Amerika Serikat itu kaya, faktanya nggak begitu. Ketika meyediakan makanan di RAM house, aku pernah liat sebuah keluarga makan di sana. Ayah, Ibu, 2 orang anak dan 1 lagi anaknya masih kecil. Yang aku pikirin, kasian.


Walaupun begitu, biasanya orang yang makan di sana akrab satu sama lain, baik deh pokoknya. Soalnya kalau disana wajib bilang terima kasih. Sedikit berbeda dengan di Indonesia. Makanya bisa menyediakan makanan untuk orang yang membutuhkan makanan itu bahagia :D


Tugasku di sana waktu itu menyediakan minuman bareng Elsa. Teman-temanku yang lain mengambil makanan untuk orang yang mengantri. Walaupun mereka orang yang kekurangan, etika itu nggak lepas dari mereka. Kalau dibandingin sama disini, mungkin mereka jauh lebih sopan. Liat aja orang yang ngantri buat minta BLT. Uhh, rebutan meeen!


Yah, begitulah kira-kira community service di sana, 
apakah anda tertarik membuatnya di Indonesia? 

You Might Also Like

4 comments

  1. Kalau aku tinggal di amerika, berarti jadi gembel aku qis :D

    ReplyDelete
  2. Hahaha, banyak tempat penampungan kok yun di sana :D

    Setidaknya hidup lebih merdeka kalo di sana,
    wkwkwk

    ReplyDelete
  3. Kalo Aku jadi milyuner di masa depan...
    mau deh tu, bikin kayak RAM itu :)

    Aminn

    ReplyDelete
  4. aamiin, semoga cita-cita kakak terkabul :)

    ReplyDelete

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.