Hari Sial Itu Gini

20:06

Hari ini segala sesuatu terasa lebih payah daripada biasanya. Kehidupan aku sedikit 'terganggu'. 

Pagi ini aku nyelesaiin tulisan sama gambar yang rencananya bakal di pajang. Jadi ingat kata-kata pak Sonny, "Nak, kalau ada bakat itu jangan dipendam sendiri. Sekali sekali kamu tuh harus show up nak" katanya. Semoga besok dipajang deh, ehehe. Btw ini ceritanya numpang ngeksis soalnya tahun depan udah ke universitas.

Setelah bel istirahat pas pelajaran kimia bapak Adi bilang remedial hari ini pulang sekolah. Padahal pas Senin kayaknya nggak bawa bawa remedial deh. Jadi setelah memohon mohon bersama pejuang remedial yang lain pas istirahat kedua, bapaknya tetap ngotot kalau remedial harus dilaksanakan pulang sekolah. Aku remedial 2 KD dari 3 KD yang diujikan. Nilainya itu 60, 70, 60. Padahal cuma butuh 10 angka lagi biar nggak remedial. Naasnya lagi soal remedial yang dikasih susahnya tingkat dewa. Lebih susah daripada ulangan!

Beberapa keajaiban terjadi. Dyah yang ngajarin Rora malah pengen nangis. Padahal Rora nggak nangis pas ngerjain soal. Dora yang ngajarin Mugi malah hopeless banget, padahal si Mugi diajarin sama Dora.

Terus nggak tau apakah ini karena pengaruh demo di Batam atau bukan, sistem transportasi bermasalah. 
Pas mau naik angkot si Ojan nanya, "Qis ko pulang naik apa?" 
"Naik angkot Jan, kenapa?" 
"Orang masih demo tau Qis" 
Terus Merry nyahut, "Iya Qis, sini aja dulu nanti angkot ko dibakar pula" 
Aku jawab, "Iya Mer, nanti kalo angkot aku dicegat, terus dibakar kalian nyumbang Rp 1000 pula".  
Reza juga komentar. Rada suram, "Iya kalau ada yang mau nyumbang..." 
Jadi tadi itu aku nggak jadi pulang naik angkot, melainkan dijemput udah jam 6an di sekolah. Nunggu di depan pagar dan udah di lalerin juga kali tadi. Mana banyak anak kelas X yang baru pulang study tour lagi. Kesannya itu kayak jadi juru kunci sekolah.

Pas pulang ke rumah, modem nggak ada. Modemnya dibawa si Luluk ke sekolahan. Jujur bingung sama hari ini. Kenapa sial sekali. Kesialannya lebih super daripada hari biasanya -.-

Oh ya, ngomong ngomong besok hari guru dan kayaknya nggak belajar. Rencananya kami bakal nonton di Megamall. Jujur selama kelas 3 udah jarang kongkow bareng. Anak anak sih maunya nonton New Moon. Padahal kalau boleh jujur aku pengen nonton Tintin :3 tapi apalah daya, anak remaja normal pasti memilih New Moon. Mereka jauh lebih nyata dibandingkan Tintin yang cuma animasi aja.

Apapun itu, semoga besok jauh lebih baik daripada hari ini.

You Might Also Like

0 comments

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.