Tuesday, 20 September 2016

Duka LOL

Masih inget postingan kemarin tentang jadwal sidang yang mundur dan ENJ? Keduanya saling berkatan. Dan pada akhirnya saya harus memilih salah satu. Kenapa? Yak! Jadwal sidang mundur lagi tanggal 27. Sementara keberangkatan ENJ tanggal 24. Sedih sebenernya ngga bisa ikutan ENJ. Ngga sampe nangis sih, tapi nyeseknya itu loh :'D 

Cuma emang beneran beyond expectation kejadian kayak gini. Udah sama-sama diundur, sama-sama bentrok. Oh semesta, mengapa?! T_T Untung aja temen-temen dan mentor ENJ kasih support T^T bikin terharu~ 

Pastinya ada pengalaman yang bisa diambil dari kejadian seperti ini. Kalau kata orang sih 'ambil aja hikmahnya'. Hikmah yang saya dapetin adalah belajar untuk ikhlas dan tetap optimis bahwa akan ada kesempatan di luar sana. Mungkin belum jodoh untuk ikutan ENJ. Percayalah bahwa rejeki ngga kemana. Hikmah lainnya adalah meskipun ngga jadi berangkat, saya dapet temen-temen baru yang luar biasa.

Wkwkwkwk ini postingan untuk membahagiakan hati doang sebenernya. 
Move on .... move on...

Friday, 16 September 2016

Penundaan, Suka atau Duka?

Belakangan isi kepala saya cuma skripsi sama ENJ. Dua hal yang tidak saling berkaitan, tapi rasanya cukup penting untuk dipikirin, walaiupun ngga dikerjain -.- Dipikirin mulu sih yaaa wkwkwk. Mikirin skripsi sama ENJ ini ngga ada habisnya. Kenapa? Soalnya dua-duanya waktunya deketan, dua-duanya juga pake acara ditunda-tunda sehingga meninggalkan tanya di benak saya.

BTW kebanyakan mahasiswa manajemen udah sidang sejak awal September ini, saya belum -_- soalnya waktu itu terjebak dalam birokrasi jadi harus nungguin surat dan blablabla akhirnya saya daftar beberapa hari yang lalu x)

Setelah mengalami sekali, dua kali penundaan dan ini ketiga kali, saya dapat jadwal sekitar tanggal 21/22 masih belum pasti. Kali pertama awal bulan, ternyata jadwal ditunda. Kali kedua urusan saya sama kampus belum kelar, jadi ngga bisa daftar. Kali ketiga baru deh bisa daftar dan harus nunggu sidang minggu depan. Meskipun udah di-acc dan ada sedikit revisian tapi belum kelar sampai sekarang ._. kebiasaan wkwkwk

Sementara keberangkatan ENJ waktu itu dijadwalin tanggal 18. Dengan ekspektasi sidang awal bulan September, terus berangkat hepi-hepi. Heck! Ternyata jadwal sidang saya mundur dari perkiraan, yaitu setelah lebaran. Mungkin juga saya harus terjebak sama pilihan terburuk dimana harus merelakan untuk melepas ENJ karena bentrok sama jadwal sidang.

Ngomong-ngomong di ENJ ini semua kegiatan dan jadwal keberangkatan diatur oleh peserta. Peserta dituntut untuk mandiri. Namanya juga ekspedisi kali ya. Ini juga yang bikin beberapa orang agak 'senewen' karena alur kegiatannya kurang jelas dan informasinya kadang bias.Tapi, yang patut diapresiasi, tim Kepri itu isinya orang-orang kece tahan banting. Oh, balik lagi ke cerita skripsi dan sidang ....

Ajaibnya jadwal sidang saya emang mundur. Kirain minggu ini jadi sidang dan tanggal 18 jadi berangkat ikutan ENJ, ternyata kaprodi bilang sidang bakal diadain tanggal 21/22 masih belum pasti. Semoga aja ngga keluar dari tanggal segitu. Dan ajaibnya juga, jadwal keberangkatan ENJ diganti jadi tanggal 24 bulan ini karena ada satu hal dan lain-lain. Seems like God wants some fun, eh? :')

Sampai saat ini juga tiap tidur selalu mimpiin dua hal ini. Sidang dan ENJ. Padahal udah doa sebelum tidur, tapi mungkin doa saya ngga manjur, jadi mimpinya horor begini -_- mimpi revisi, mimpi naik kapal, mimpi ditanya-tanya dosen. Aneh banget deh pokoknya. Mana pake ditunda-tunda pula jadwalnya, jadi ngga tau kapan bisa berhenti mimpi horor begini wkwkwk

Nah, kebetulan juga buat temen-temen yang mau nyumbang donasi, alat tulis, dan lain-lain silahkan hubungi saya atau temen ENJ Kepri agar sekiranya dapat disalurkan di pulau terluar di Indonesia. Follow kita di instagram ENJ KEPRI and stay update! :)

Friday, 26 August 2016

ENJ 2016

Btw kali ini saya mau posting tentang ENJ atau Ekspedisi Nusantara Jaya 2016. Jadi ENJ ini adalah salah satu program Kemenko Kemaritiman yang dimulai tahun 2015. Hal ini tidak lepas dari keinginan dari presiden kita untuk membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia. Btw ini ada sedikit kutipan dari situs resminya ENJ:

Ekspedisi Nusantara Jaya 2016 oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, yang bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) dan Kementerian Perhubungan dengan menggunakan kapal-kapal perintis dan Kapal Perang (KRI) dalam rangka meningkatkan meningkatkan wawasan kemaritiman untuk generasi muda serta penguatan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta percepatan pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan.
Oke udah dapat gambaran kan tentang ENJ? Intinya dengan program ini, generasi muda lebih bisa dekat sama laut sekaligus juga berkontribusi melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Iya, seru banget bukan? Dan ini juga yang bikin saya tertarik untuk daftar. 

Untuk tahun ini ada 24 provinsi yang terlibat. Provinsi saya juga masuk. Nah, jadi saya daftar yang rutenya Kepri. Kapan lagi bisa keliling Kepri, gratis pula! Haha. Meskipun sebenernya saya ngga bisa berenang atau ngga doyan-doyan amat sama makanan laut, saya tetep cinta laut. 


Jadi target program ini adalah sebanyak 2000 orang dan hal ini menimbulkan polemik di antara caper-caper (calon-calon peserta) karena yang dinyatain lolos tiap provinsi cuma 15-25 orang, dan totalnya peserta hanya sekitar 400an orang. Asumsi saya sih sisanya itu dari universitas yang diundang. Dan beruntunglah saya karena nama saya nyantol untuk kegiatan ini, meskipun kampus saya ngga diundang. Yaaaay!!! .... *diem* *inget skripsi* Seenggaknya selesai sidang skripsi bisa refreshing ngoahahaha

Oh iya, sedikit flashback. Meskipun saya gagal ikutan SSEAYP untuk keliling Asia Tenggara-Jepang, namun melalui ENJ saya dapat kesempatan untuk keliling Kepri. Memang rejeki ngga kemana. Apapun bentuknya. Asean gagal Kepri pun jadi. Selalu ada hikmah dibalik semuanya, asal mau bersabar dan berusaha #eaaa 

Saturday, 23 July 2016

Belajar Bahasa Asing Gratisss!

Akhir-akhir ini saya jarang ngeblog .... padahal emang jarang sih -_- jadi kali ini saya bakalan bahas tentang salah satu website seru dan bermanfaat. Websitenya adalah duolingo.com yang udah saya mainin tiga bulan belakangan ini.

Awalnya betah belajar, terus bosen karena saya orangnya emang bosenan hingga satu ketika Fifa buka volunteer recruitment untuk World Cup 2018 di Russia. Jadi getol lagi deh belajar bahasa wkwkwk. Meskipun diterima atau ngga nantinya sebagai volunteer, motivasi untuk menjadi relawan World Cup bikin saya semangat belajar bahasa-bahasa asing hahaha. 

Tampilan di mobile

Di Duolingo ini kita bisa belajar berbagai macam bahasa. Ada Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, banyak bangetlah pokoknya kecuali bahasa tubuh sama bahasa kalbu. Lebih seru lagi karena untuk belajar di sini nggak dipungut biaya alias gratissss tis tis.

Belajar di sini cukup seru. Ada writing, reading, listening, speaking juga ada. Awalnya kita diajarin kata-kata dasar. Misalnya 'el hombre' dari Bahasa Spanyol nah kita disuruh translate deh. Cuma ngga perlu repot karena kita cukup pencet tulisan 'el hombre', dan secara otomatis translate-annya muncul diiringi dengan audio yang bilang 'el hombre'. 

Selain itu kita juga bisa berdiskusi dengan pengguna yang lain. Belajar di sini berasa kayak main game karena setiap selesai, kita diberikan poin. Jika kita udah ngumpulin sekian poin, kita naik level which means that skill bahasa kamu udah mengalami peningkatan.

Doulingo ini rajin ngabsen. Tiap hari ingetin kita lewat surel untuk belajar wkwkwk. Kalau misalnya ngga belajar, kita diharuskan untuk ngulang pelajaran yang lalu-lalu :') Tapi hal yang kayak gini yang bikin pelajaran di Duolingo bisa kita terima dengan baik. Penasaran untuk nyoba? Langsung aja akses di webnya. Selain itu, duolingo juga tersedia di app store. Download ajaaa~ hahaha

Sumber gambar:
http://elonlocalnews.com/2015/08/app-of-the-week-duolingo/

Sunday, 3 July 2016

IYFCCSD DAY 3

Di hari ketiga, kami diajak field trip ke Pulau Seribu. But first of all, kita wajib bangun lebih awal dari biasanya. Seru sih, tapi tela pagi-bagi? *plesetan iklan coklat ratu perak* Tapi demi field trip rela deh bangun pagi. 

Setelah semua peserta program berkumpul, kita dibagi ke dalam dua bus untuk menuju dermaga di Jakarta Utara. Di sana ada dua kapal feri yang siap mengantarkan kita ke Pulau Pramuka. Jarak tempuh antara Jakarta - Pulau Pramuka itu sekitar 1.5 jam. Agak sedikit lebih lama dari Batam - Singapura yang cuma sejam hahaha gini enaknya hidup di perbatasan.

Yeeaay! Saya nyempil kayak upil. Coba cari x)

Di dalam feri semua wajib pake safety jacket. Kebanyakan peserta tidur selama perjalanan. Saya dan beberapa peserta lain mengisi waktu dengan main kartu sambil ngobrol-ngobrol tentang daerah tempat kita tinggal masing-masing. 

Pembukaan acara

Setelah sampai di Pulau Pramuka kita jalan dari dermaga ke tempat pembukaan acara. Di sepanjang jalan banyak turis domestik yang seliweran, ada juga turis mancanegara yang datang. Untuk ukuran pulau, Pulau Pramuka ini cukup padat. Di beberapa tempat masyarakat lokal sibuk dengan hiruk pikuknya menjajakan dagangan kepada wisatawan. Pulau ini rame, hidup.


Ritual wajib (baca: foto-foto)

Kegiatan selanjutnya usai pembukaan acara adalah kunjungan ke tempat penangkaran penyu yang ada di Kepulauan Seribu. Tempat penangkaran ini dibangun tahun 1995 dan program yang dilakukan di sini adalah pelestarian penyu. Petugas yang ada di tempat penangkaran ini tiap hari patroli untuk ngecek apakah ada penyu yang akan bertelur, agar nantinya telur bisa diselamatkan. Di penangkaran, kita diajakin untuk melihat telur penyu, penyu dewasa dan bayi penyuuuu x) yang bentuknya kecil imut-imut kayak mainan xD


Mulai lelah~

Berbicara soal penyu, dunia ada 7 spesies penyu dan 6 diantaranya ada di Indonesia. 2 spesies diantaranya ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu yaitu jenis penyu sisik dan penyu hijau dan saat ini statusnya dilindungi. Kamu yang statusnya jomblo coba acungin tangaaan!!! 

Nah setiap penyu wanita bertelur biasanya bikin 50-150 biji telur. Biasanya menetas dalam 2-3 minggu. Telur penyu ini terbilang sensitif. Digeser dikit aja dan diletakkin sembarangan penyunya bisa ngga jadi menetas. 

Predator yang biasanya menggagalkan lahirnya penyu ke dunia ini adalah kepiting, lizard, tidal wave dan yang paling berbahaya itu adalah manusia. Karena kalau ambil telur ngga disisain. Kebayangkan gimana bejatnya kita. Betewe nangkepin penyu hukumnya haram karena menyalahi undang-undang sesuai sama Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

Daripada masuk penjara, lebih baik kita bantu pelestarian. Ada beberapa hal yang kita bisa lakukan. Pertama adalah dengan tidak mengkonsumsi telur penyu dan benda-benda yang berbahan dasar penyu. Salah kalau kita beli telur atau apapun yang berasal dari penyu dengan alasan kasian sama penjual. Dengan membeli barang-barang itu malah bikin mereka mengambil lebih banyak penyu lagi karena pikir 'Wah, laku nih kalo dijual'. Ujung-ujungnya bisa aja penyu cuma tinggal nama. Cucu-cucu atau cicit kita nggak tau penyu itu apa. 

Yang kedua adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut, apalagi sampah yang tidak bisa terurai misalnya plastik. Plastik itu bisa nge-php binatang laut karena mereka nganggap plastik itu ubur-ubur dan mereka pun memakannya. Alhasil isi perut binatang laut itu ntar plastik. Dan yang makan binatang laut yang makan plastik itu ntar kita. Kebayang ngga? wkwkwk

Dengan membuang sampah ke laut, kita telah mencemari lingkungan. Coba googling berapa banyak hewan laut cacat gara-gara sampah. Ini deh gambarannya. Berkat manusia juga, sampah yang kita buang udah jadi pulau yang dikenal dengan nama "Great Pacific Garbage Patch" di lautan.

Seusai mendapatkan materi dan ilmu tentang perpenyuan, kami melakakukan pelepasan penyu. Nggak banyak sih, tapi ada beberapa biji. Peserta pun banyak yang dada-dada ke penyunya wkwkwk. Penyu pun pergi ke lautan, dan kita pun makan. Bukan makan penyu, tapi makan siang di pinggir pantai. Mana sepoi-sepoi pula anginnya. Bikin ngantuk pollll! uoooh.


Nanem lamun gini nih

Aktivitas selanjutnya adalah penanaman bakau dan lamun yang dilakukan oleh peserta program, meskipun aktivitas foto-foto ngga kalah banyaknya dibanding nanamnya. Saya juga baru tau ada tumbuhan bernama lamun di program ini. Awalnya nggak tau lamun itu apa. Mungkin temennya timun? Saya bener-bener nggak tau apa-apa hahaha. Btw saya mau nge-share lagi tentang bakau sama lamun.


Nanem bakau~

Penjelasan yang agak dalam itu tentang bakau. Ada beberapa point yang menyangkut bakau.
1. Bakau mampu menyerap Co2 sebesar 110 kg/acre
2. Mencegah abrasi yang dihasilkan oleh ombak, gelombang besar dan tsunami
3. Menangkal gangguan air laut masuk ke daratan, menyaring polutan, menahan lumpur dan sedimen
4. Cocok sebagai tempat ikan beranak pinak gimana deh bahasanya -.- terus sebagai perlindungan untuk burung dan biota laut lainnya.
5. Untuk pelitian dan wisata

Bakau di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini dilakukan dengan teknik rumpun berjarak. Jadi setiap rumpun 500 batang dan dijarakin 1m untuk nanam 500 batang berikutnya. 

Next penjelasan tentang lamun (seagrass). Bedanya sama rumput laut (seaweed) opo to? Bentuknya aja udah beda sebenarnya. Kalau lamun itu mirip rumput yang ada di darat, tapi kalau rumput laut (seaweedbentuknya ngga kayak rumput. Lamun ngga punya klorofil, sementara rumput laut punya.

Nah beberapa poin yang dijelaskan tentang lamun ini adalah lamun adalah tanaman laut dan life cyclenya itu di laut. Dari 60 spesies lamun di dunia, ada 12 spesies di Indonesia dan 9 spesies terdapat di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Lamun membantu menangkap sedimen dan partikel yang ada sehingga dengan adanya lamun, kejernihan air bisa meningkat. Sebagai tanaman, dan emang kodratnya tanaman, lamun ini menyerap Co2 dan bisa memproduksi O2 di laut. Lamun juga menyediakan makanan dan habitat untuk hewan laut seperti udang, cumi, ikan kecil dsb.

Untuk transplantasi lamun ada dua metode yang bisa digunakan. Pertama plug methods dan yang kedua TERFS methods. Kebetulan yang kita coba waktu field trip adalah metode TERFS dimana lamun ditarok di kawat kotak-kotak dan diikat dengan tissue. Setelah lamun diikat, metal frame siap untuk dicelupin ke laut.

Ribet yee kalau udah ke masalah teori kayak gini hahaha. I feel you! Kegiatan terakhir selama di Pulau Pramuka ini adalah bersih-bersih pantai dan kunjungan ke bank sampah. Peserta dibekali dengan plastik sampah dan kita harus mungut sampah yang kita lihat. Sampah yang ada itu cukup banyak. Malah di air banyak sampah ngambang -_- sampah loh ya, bukan *sensor* dipungut ngga habis-habis sampahnya karena emang banyak banget. Jadi kita cuma pungut sebanyak yang kita mampu. Terima kasih untuk yang telah membuang sampah sembarangan, ibarat bikin rumah, ente udah bikin habitat baru yang bisa ditinggali kayak The Great Pacific Garbage Patch -___- 

Kunjungan selanjutnya adalah Bank Sampah yang didirikan masyarakat di Kepulauan Seribu. Ibu-ibu yang ada di sini mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang bernilai ekonomis seperti tas dan kotak pensil. Ada macem-macem sih, dompet juga ada. Salut buat ibu-ibu! 


Waktu nungguin bus ke hotel

Selesai berkunjung kita balik lagi ke Jegardaaaah~ naik feri. Udah ngantuk banget pokoknya. Padahal kita harus tampilin sesuatu hari ini karena akan ada cultural performance. Gila banget agenda seharian padat! Ngga kayak isi dompet saya .... tipis. Cultural performance selesai jam 11 malam dimana saya sendiri udah ngantuk berat hahaha. Selesai cultural performance juga ada Environmental Day Reflection dan itu kelar jam 1an tengah malem. Meskipun capek, tapi seru :D

dokumentasi: panitia

Wednesday, 29 June 2016

IMYP: Halo, Bonde Utara!

3 Desember 2015
Bonde Utara, Sulawesi Barat

Hari ini rasanya campur aduk karena peserta IMYP bakal merasakan pengalaman untuk homestay di desa nelayan. Paginya, kita ada seminar di Villa Bogor. Setelah selesai seminar di Villa Bogor, kita diberikan waktu untuk siap-siap pada siang harinya. Jadi kami naik pete-pete dari Villa Bogor ke Nusabila. 

Nusabila ini kita sebut dengan kos-kosan -_- saking miripnya sama kos-kosan tempatnya. Gimana engga? Pintunya depan-depanan. Ditambah lagi anak-anak IMYP yang doyan seliweran pinjem setrikaan. Berasa banget hawa-hawa kosannya. Sebenarnya di hari ketiga, beberapa peserta dipindahkan ke Villa Bogor karena ada kamar kosong. Sisanya tetap tinggal di Nusabila. Sebagai peserta yang tertinggal kami cukup bahagia di sini sebab ada wifi dan dekat dengan tempat laundry. Kalau saya disuruh pilih, saya akan tetap milih Nusabila hahaha.

Bonde Utara~

Sore itu setelah berkemas, kami balik lagi ke Villa Bogor dan bersiap untuk menuju Desa Bonde Utara. Desa ini terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Saya dan teman-teman menaiki pete-pete yang telah dibagi berdasarkan tempat tujuan yaitu desa Labuan, Tamangalle, Bonde Utara. Kita pun naik angkot bak orang mau pergi mudik. Naruh barang-barang yang jumlahnya nauzubillah dan bikin kita duduk berdempet-dempetan di dalemnya. Panas gerah keringatan semua jadi satu, semua demi homestay hahaha.

Bareng host family kita pas baru nyampe~

Setibanya di Bonde Utara, kami disambut oleh kepala desa yang akrab dipanggil Pak Desa oleh penduduk sekitar. Pak Desa adalah orang yang ramah. Pertama, kami dibagi ke dalam empat atau lima kelompok. Saya lupa -_- Tiap kelompok akan homestay di satu rumah penduduk lokal. How exciting!!! x) Saya waktu itu satu kelompok sama Fela (Jogja), Chao (Vietnam), Afri (Palembang), Asdim, dan Bambang (They are locals). Ini nih housemate saya selama tinggal di desa ini.

Host Family kitaaah~ 

Disuguhin makanan ama minum :') senangnya~

Waktu itu kita diantar sama panitia ke sebuah rumah di pinggir pantai, deket banget sama pantai alias tinggal jalan doang. Jangankan jalan, ngesot aja bisa sampai pantai saking deketnya! Balik lagi soal rumah, kita sampai di sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Kami pun menaiki tangga sambil bawa barang-barang ke atas rumah. Di depan pintu kami disambut oleh pemilik rumah yaitu Pak Nur. Keluarganya Pak Nur amat sangat welcome sama kita :') Kita disuruh duduk dan disuguhin kue-kue dan minum. 

Yay! Keliling desa

Kelar ngobrol-ngobrol bareng sama host family, kita memutuskan untuk jalan-jalan ke luar. Selain saya dan housemate saya, ada temen-temen lain yang ikutan keliling desa. Yang bikin saya bilang desa ini keren banget karena waktu kita jalan-jalan bareng, semua orang terlihat antusias. Pas kita jalan diikutin anak-anak mungkin ini gara-gara ada temen-temen dari Vietnam, Tiongkok sama Thailand, not us wkwkwk. 


Waktu kita icip-icip :9

Sekumpulan ibu-ibu memasak saat kita jalan. Mereka pun nawarin kita untuk nyicipin makanan yang lagi mereka bikin. Yang entah apa itu namanya, makanan berupa daging dan ada rasa kacangnya dan serius rasanya enak~ Ibu-ibu itu juga mengundang kita untuk datang ke acara sunatan anaknya yang akan digelar besok hari. 

Anak-anak lagi main bareng

Rasa kekeluargaan di desa ini berasa banget. Gimana ibu-ibu ngumpul terus masak dan ngobrol bareng, gimana anak-anak main kelereng rame-rame di lapangan tanah. Beda bangetlah sama kehidupan di kota. Jangankan ngobrol sama tetangga, ngeliat mukanya aja jarang. Sementara anak-anak di perkotaan dimanjakan dengan teknologi. Kita lebih familiar ngeliat anak kecil megang smartphone daripada anak kecil yang megang kelereng. 

Where am I?! I was taking this picture! lol

How happy~

Ketika melanjutkan perjalanan, beberapa anak juga terlihat mengikuti kelompok kita dari belakang hingga kita sampai di sebuah dermaga. Ritual wajib alias foto-foto pun tak bisa dihindari -..- Kita menunggu matahari tenggelam sembari menikmati pemandangan. Beberapa orang tampak sibuk duduk sambil ngobrol, dan beberapa orang lainnya memuat barang di perahu yang akan segera berangkat. Anak-anak juga sibuk atraksi loncat ke laut. Kecil-kecil udah jago renang hahaha.

Here we are!

Briefing dulu

Maghrib usai, peserta IMYP di desa Bonde Utara diminta untuk berkumpul karena akan ada sambutan yang akan diadakan di balai desa. Kami membentuk lingkaran dan mendengar penuturan dari Pak Desa tentang kegiatan yang akan kami laksanakan di hari berikutnya. Jempol deh buat desa ini karena sudah mempersiapkan agenda kegiatan yang sedemikian rupa untuk kita :)

Permainan laknat bhahahahaha

Sepulang dari balai desa, kami balik ke rumah. Di rumah kami nggak langsung tidur karena main kartu dulu -_-" ngelanjutin main kartu abis makan malem tadi sebelum ke balai desa. Di sini saya dapat ilmu baru tentang permainan tepuk nyamuk yang sukses bikin tangan perih-perih kena pukul wkwkwkwk meskipun tangan udah merah-merah ngga tau kenapa ngga bisa berhenti maen. Magis memang permainan ini -.- Parahnya lagi kalau kalah main, hukumannya disuruh makan Jepa -makanan tradisional di Majene yang bentuknya bulat- berkat ide gilanya Bambang. Kita juga ajak anaknya Pak Nur untuk bareng main sama kita.

Malam semakin larut, kita pun beranjak tidur. Dan karena cuaca di dekat pantai emang panas banget, konflik pun tak terhindarkan. Perebutan kipas angin antara si Bambang dan Chao yang endingnya kipas angin dimenangkan oleh Chao! Which means that saya bisa tidur nyenyak juga karena ada kipas angin, soalnya saya, Chao dan Fela sekamar hahaha. Oh, I love this place, Bonde Utara.

Saturday, 11 June 2016

IYFCCSD DAY 2

THE BED GRAVITY WAS DOUBLED!!! Susah banget untuk bangun kalau udah tidur di kasur empuk kayak gini. Kelar siap-siap, saya dan roomate saya menuju Cumi-Cumi Cafe untuk makan pagi. Hari ini dresscodenya formal soalnya acaranya secara resmi akan dibuka hari ini. Seharian bakal ada semacam seminar yang dibagi menjadi tiga sesi. Anyway, saya bakal nulis tentang materi yang diberikan pada hari itu biar pembaca sekalian juga kecipratan ilmu yang saya dapetin :3

Hari ini juga akhirnya saya ketemu si Rafid yang dulu pernah seprogram di Majene, Sulawesi Barat. So, it became a small reunion for us. 


Hong, Saya, Rafid

Sesi pertama ada lima pembicara. Pembicara pertama adalah Bapak Budi Haryanto dari UI. Beliau menjelaskan efek perubahan iklim terhadap kesehatan. Faktanya adalah perubahan iklim memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan. Jumlah manusia yang meninggal karena perubahan iklim akan meningkat seiring dengan ekstrimnya perubahan cuaca. 



Perubahan iklim memberikan dampak terhadap lingkungan yang secara tidak langsung akan berimbas terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan misalnya gelombang panas, cuaca ekstrim, naiknya air laut dll dan akhirnya akan berdampak ke kesehatan manusia. Kemarin yang dicontohin adalah gimana DBD bisa nyebar banget di berbagai tempat gara-gara cuaca yang nggak jelas.

Menurut John P. Holdren, hanya ada tiga cara pilihan menghadapi hal ini, yaitu mitigasi, adaptasi dan suffering. Mitigasi artinya melakukan sebuah tindakan untuk memperlambat laju perubahan iklim, sementara adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Sementara suffering adalah efek yang tidak dapat dihindari baik dengan mitigasi maupun adaptasi. 

Kesimpulan dan rekomendasi dari pembicara pertama adalah pertama, perubahan iklim adalah tantangan serius yang kita hadapi dan saat ini dampat terhadap kesehatan telah terjadi. Dan kedua, untuk merespon dampak negatif perubahan iklim ini terhadap manusia, strategi adaptasi untuk kesehatan dan  upaya juga harus dilakukan. Misalnya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak kesehatan yang terjadi akibat perubahan iklim, merevitalisasi program kesehatan masyarakat, memperkuat kapasitas penyedia kesehatan, serta membuat komitmen dan action dengan komunitas dan pemuda.

Bapay Errys menjelaskan tentang Taman Nasional Kepulauan Seribu. Beliau menjelaskan tentang pentingnya konservasi alam. Tugas Taman nasional sendiri ada tiga yaitu untuk melindungi, memelihara dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan publik dan konservasi.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu ada 10 sumber daya alam yang penting yaitu coastal forest, coastal bird, bakau, moluska, kura-kura, ikan, elang, lamun, karang dan cetacean. Sementara itu ada empat ekosistem utama di daerah pantai yaitu bakau, lamun, karang dan coastal forest.

Tentang lamun dan penyu saya tulis di postingan hari ketiga. Btw mau nyambung lagi tentang presentasi pak Errys, ada penjelasan tentang coral reefs. Coral feefs bisa disebut sebagai rainforest di lautan karena kekayaan biodiversitasnya. Coral itu sebenarnya hewan kecil yang tumbuh bersama alga, meskipun bentuknya ngga mirip hewan sama sekali.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu, ada 193 spesies karang, 174 spesies ikan karang dan tempat penting untuk penyu sisik bersarang. Sejak 1970, ekosistem ini terancan oleh metode penangkapan ikan yang berbahaya, belum lagi adanya polutan dari limbah padat, minyak, dan sedimen. Untuk mengatasi hal itu, sejak 2002 semua stakeholders bekerja sama untuk me-recover ekosistem di sana. Baik dengan transplantasi coral, memberikan mata pencaharian alternatif dan komunitas yang berbasis ecotourism. 

Untuk transplantasi karang ada empat metode yang bisa digunakan. Pertama rock pile methods, rack methods, conblock methods, dan artificial reefs.

Kemudian ada presentasi tentang perubahan ikllim dan biodiversitas oleh Asri Asyanti. Perubahan iklim terjadi kurang dari seratus tahun. Penyebabnya adalah industrialisasi dan penggunaan bahan bakar fosil. Efeknya yaitu temperatur global naik, melelehnya es di kutub, naiknya permukaan laut dan gelombang tidal. NASA mengungkapkan bahwa daratan akan hilang sampai 6 meter karena naiknya permukaan laut. Jadi mitos Jakarta bakal tenggelam bisa aja jadi fakta.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini. Pertama menanam pohon untuk mitigasi dan adaptasi, kemudian reduce reuse dan recycle, dan yang terakhir adalah green lifestyle.

Presentasi selanjutnya dari Murni Titi Resdiana tentang GHG emission and impacts. Perubahan iklim ini akan memberikan ketidakstabilan di masyarakat. Misalnya kurangnya pasokan makanan gara-gara gagal panen, ketersediaan air bersih yang kurang, kesehatan yang terganggu akibat perubahan iklim dan rusaknya infrastruktur akibat bencana alam.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bekerjasama dengan negara-negara lain melalui berbagai macam kesepakatan. Salah satu yang terhits adalah Paris Agreement. Long term goalnya adalah mengupayakan agar kenaikan suhu iklim kurang dari 2 derajat kalau bisa sih 1,5 derajat karena kalau lebih, bakal banyak bencana yang akan terjadi.

Pemerintah akan membuat kebijakan agar goal ini dapat tercapai. Selain itu juga dengan membuat program, memonitor dan mengevaluasi. Sementara itu ada beberapa highlights dari pemerintah yaitu pelarangan penanaman sawit dan perluasan tambang, moratorium untuk penebangan hutan serta pembakaran lahan gambut. Selain itu juga pemerintah akan merestorasi lahan gambut sebanyak 2 juta hektar dalam lima tahun di beberapa provinsi di Indonesia.

Yang terakhir adalah presentasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahu ngga sih kalau ternyata yang harus bertanggung jawab atas perubahan iklim itu adalah manusia? Sebenarnya ada dua sesi lagi berhubung saya cape ngetik jadi segini dulu yang dapat saya bagikan.


CWS Team! 

Malamnya ada FGD. Total ada 10 topik untuk FGD yang diambil dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDG's) dan peserta diharuskan untuk memilih satu diantaranya. Saya ambil topik tentang Clean Water and Sanitation karena saya pikir masalah air cukup penting. Yang paling sepi itu tentang topik Life Below Water grupnya si Rafid wkwkwk. Meskipun negara kita isinya air, tapi ngga banyak yang milih topik ini. Meskipun begitu, team Life Below Water ini cukup hebat karena menyabet beberapa award selama forum berlangsung.

Selama FGD berlangsung, tiap grup ditemani oleh fasilitator. Fasilitator untuk grup clean water and sanitation adalah Mas Shofyan dari USAID. Baik bangetlah pokoknya fasilitator kita. Dan emang beliau ahli banget masalah air, jadi selama diskusi berlangsung banyak hal yang bisa kita serap.

Sebenarnya lingkungan bukan isu yang menjadi ketertarikan saya dan sejak mengikuti acara ini, saya jadi lebih sadar *eaaaa* sadar bahwa lingkungan kita udah kritis. Semua orang harus sadar bahwa lingkungan tidak bisa diabaikan begitu saja karena kalau ngga, bencana akan terjadi. Climate change is real! Kita ngga bisa sepenuhnya menyuruh pemerintah untuk bertanggung jawab. Lingkungan itu tanggung jawab kita semua. Saya, kamu, kita... kita?! Lol. Iya beneran. Tugas kita.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Ngga perlu dengan hal-hal besar dulu. Contoh paling gampang aja deh untuk hal yang bisa kita lakuin. Jangan nyampah sebarangan, jangan mubazir pake air sama listrik dan sebagainya. Menjaga lingkungan itu tugas kita semua, minimal ditempat tinggal kita dulu deh mulainya.

Photo credits: IYFCCSD committee