Saturday, 23 July 2016

Belajar Bahasa Asing Gratisss!

Akhir-akhir ini saya jarang ngeblog .... padahal emang jarang sih -_- jadi kali ini saya bakalan bahas tentang salah satu website seru dan bermanfaat. Websitenya adalah duolingo.com yang udah saya mainin tiga bulan belakangan ini.

Awalnya betah belajar, terus bosen karena saya orangnya emang bosenan hingga satu ketika Fifa buka volunteer recruitment untuk World Cup 2018 di Russia. Jadi getol lagi deh belajar bahasa wkwkwk. Meskipun diterima atau ngga nantinya sebagai volunteer, motivasi untuk menjadi relawan World Cup bikin saya semangat belajar bahasa-bahasa asing hahaha. 

Tampilan di mobile

Di Duolingo ini kita bisa belajar berbagai macam bahasa. Ada Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, banyak bangetlah pokoknya kecuali bahasa tubuh sama bahasa kalbu. Lebih seru lagi karena untuk belajar di sini nggak dipungut biaya alias gratissss tis tis.

Belajar di sini cukup seru. Ada writing, reading, listening, speaking juga ada. Awalnya kita diajarin kata-kata dasar. Misalnya 'el hombre' dari Bahasa Spanyol nah kita disuruh translate deh. Cuma ngga perlu repot karena kita cukup pencet tulisan 'el hombre', dan secara otomatis translate-annya muncul diiringi dengan audio yang bilang 'el hombre'. 

Selain itu kita juga bisa berdiskusi dengan pengguna yang lain. Belajar di sini berasa kayak main game karena setiap selesai, kita diberikan poin. Jika kita udah ngumpulin sekian poin, kita naik level which means that skill bahasa kamu udah mengalami peningkatan.

Doulingo ini rajin ngabsen. Tiap hari ingetin kita lewat surel untuk belajar wkwkwk. Kalau misalnya ngga belajar, kita diharuskan untuk ngulang pelajaran yang lalu-lalu :') Tapi hal yang kayak gini yang bikin pelajaran di Duolingo bisa kita terima dengan baik. Penasaran untuk nyoba? Langsung aja akses di webnya. Selain itu, duolingo juga tersedia di app store. Download ajaaa~ hahaha

Sumber gambar:
http://elonlocalnews.com/2015/08/app-of-the-week-duolingo/

Sunday, 3 July 2016

IYFCCSD DAY 3

Di hari ketiga, kami diajak field trip ke Pulau Seribu. But first of all, kita wajib bangun lebih awal dari biasanya. Seru sih, tapi tela pagi-bagi? *plesetan iklan coklat ratu perak* Tapi demi field trip rela deh bangun pagi. 

Setelah semua peserta program berkumpul, kita dibagi ke dalam dua bus untuk menuju dermaga di Jakarta Utara. Di sana ada dua kapal feri yang siap mengantarkan kita ke Pulau Pramuka. Jarak tempuh antara Jakarta - Pulau Pramuka itu sekitar 1.5 jam. Agak sedikit lebih lama dari Batam - Singapura yang cuma sejam hahaha gini enaknya hidup di perbatasan.

Yeeaay! Saya nyempil kayak upil. Coba cari x)

Di dalam feri semua wajib pake safety jacket. Kebanyakan peserta tidur selama perjalanan. Saya dan beberapa peserta lain mengisi waktu dengan main kartu sambil ngobrol-ngobrol tentang daerah tempat kita tinggal masing-masing. 

Pembukaan acara

Setelah sampai di Pulau Pramuka kita jalan dari dermaga ke tempat pembukaan acara. Di sepanjang jalan banyak turis domestik yang seliweran, ada juga turis mancanegara yang datang. Untuk ukuran pulau, Pulau Pramuka ini cukup padat. Di beberapa tempat masyarakat lokal sibuk dengan hiruk pikuknya menjajakan dagangan kepada wisatawan. Pulau ini rame, hidup.


Ritual wajib (baca: foto-foto)

Kegiatan selanjutnya usai pembukaan acara adalah kunjungan ke tempat penangkaran penyu yang ada di Kepulauan Seribu. Tempat penangkaran ini dibangun tahun 1995 dan program yang dilakukan di sini adalah pelestarian penyu. Petugas yang ada di tempat penangkaran ini tiap hari patroli untuk ngecek apakah ada penyu yang akan bertelur, agar nantinya telur bisa diselamatkan. Di penangkaran, kita diajakin untuk melihat telur penyu, penyu dewasa dan bayi penyuuuu x) yang bentuknya kecil imut-imut kayak mainan xD


Mulai lelah~

Berbicara soal penyu, dunia ada 7 spesies penyu dan 6 diantaranya ada di Indonesia. 2 spesies diantaranya ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu yaitu jenis penyu sisik dan penyu hijau dan saat ini statusnya dilindungi. Kamu yang statusnya jomblo coba acungin tangaaan!!! 

Nah setiap penyu wanita bertelur biasanya bikin 50-150 biji telur. Biasanya menetas dalam 2-3 minggu. Telur penyu ini terbilang sensitif. Digeser dikit aja dan diletakkin sembarangan penyunya bisa ngga jadi menetas. 

Predator yang biasanya menggagalkan lahirnya penyu ke dunia ini adalah kepiting, lizard, tidal wave dan yang paling berbahaya itu adalah manusia. Karena kalau ambil telur ngga disisain. Kebayangkan gimana bejatnya kita. Betewe nangkepin penyu hukumnya haram karena menyalahi undang-undang sesuai sama Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

Daripada masuk penjara, lebih baik kita bantu pelestarian. Ada beberapa hal yang kita bisa lakukan. Pertama adalah dengan tidak mengkonsumsi telur penyu dan benda-benda yang berbahan dasar penyu. Salah kalau kita beli telur atau apapun yang berasal dari penyu dengan alasan kasian sama penjual. Dengan membeli barang-barang itu malah bikin mereka mengambil lebih banyak penyu lagi karena pikir 'Wah, laku nih kalo dijual'. Ujung-ujungnya bisa aja penyu cuma tinggal nama. Cucu-cucu atau cicit kita nggak tau penyu itu apa. 

Yang kedua adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut, apalagi sampah yang tidak bisa terurai misalnya plastik. Plastik itu bisa nge-php binatang laut karena mereka nganggap plastik itu ubur-ubur dan mereka pun memakannya. Alhasil isi perut binatang laut itu ntar plastik. Dan yang makan binatang laut yang makan plastik itu ntar kita. Kebayang ngga? wkwkwk

Dengan membuang sampah ke laut, kita telah mencemari lingkungan. Coba googling berapa banyak hewan laut cacat gara-gara sampah. Ini deh gambarannya. Berkat manusia juga, sampah yang kita buang udah jadi pulau yang dikenal dengan nama "Great Pacific Garbage Patch" di lautan.

Seusai mendapatkan materi dan ilmu tentang perpenyuan, kami melakakukan pelepasan penyu. Nggak banyak sih, tapi ada beberapa biji. Peserta pun banyak yang dada-dada ke penyunya wkwkwk. Penyu pun pergi ke lautan, dan kita pun makan. Bukan makan penyu, tapi makan siang di pinggir pantai. Mana sepoi-sepoi pula anginnya. Bikin ngantuk pollll! uoooh.


Nanem lamun gini nih

Aktivitas selanjutnya adalah penanaman bakau dan lamun yang dilakukan oleh peserta program, meskipun aktivitas foto-foto ngga kalah banyaknya dibanding nanamnya. Saya juga baru tau ada tumbuhan bernama lamun di program ini. Awalnya nggak tau lamun itu apa. Mungkin temennya timun? Saya bener-bener nggak tau apa-apa hahaha. Btw saya mau nge-share lagi tentang bakau sama lamun.


Nanem bakau~

Penjelasan yang agak dalam itu tentang bakau. Ada beberapa point yang menyangkut bakau.
1. Bakau mampu menyerap Co2 sebesar 110 kg/acre
2. Mencegah abrasi yang dihasilkan oleh ombak, gelombang besar dan tsunami
3. Menangkal gangguan air laut masuk ke daratan, menyaring polutan, menahan lumpur dan sedimen
4. Cocok sebagai tempat ikan beranak pinak gimana deh bahasanya -.- terus sebagai perlindungan untuk burung dan biota laut lainnya.
5. Untuk pelitian dan wisata

Bakau di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini dilakukan dengan teknik rumpun berjarak. Jadi setiap rumpun 500 batang dan dijarakin 1m untuk nanam 500 batang berikutnya. 

Next penjelasan tentang lamun (seagrass). Bedanya sama rumput laut (seaweed) opo to? Bentuknya aja udah beda sebenarnya. Kalau lamun itu mirip rumput yang ada di darat, tapi kalau rumput laut (seaweedbentuknya ngga kayak rumput. Lamun ngga punya klorofil, sementara rumput laut punya.

Nah beberapa poin yang dijelaskan tentang lamun ini adalah lamun adalah tanaman laut dan life cyclenya itu di laut. Dari 60 spesies lamun di dunia, ada 12 spesies di Indonesia dan 9 spesies terdapat di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Lamun membantu menangkap sedimen dan partikel yang ada sehingga dengan adanya lamun, kejernihan air bisa meningkat. Sebagai tanaman, dan emang kodratnya tanaman, lamun ini menyerap Co2 dan bisa memproduksi O2 di laut. Lamun juga menyediakan makanan dan habitat untuk hewan laut seperti udang, cumi, ikan kecil dsb.

Untuk transplantasi lamun ada dua metode yang bisa digunakan. Pertama plug methods dan yang kedua TERFS methods. Kebetulan yang kita coba waktu field trip adalah metode TERFS dimana lamun ditarok di kawat kotak-kotak dan diikat dengan tissue. Setelah lamun diikat, metal frame siap untuk dicelupin ke laut.

Ribet yee kalau udah ke masalah teori kayak gini hahaha. I feel you! Kegiatan terakhir selama di Pulau Pramuka ini adalah bersih-bersih pantai dan kunjungan ke bank sampah. Peserta dibekali dengan plastik sampah dan kita harus mungut sampah yang kita lihat. Sampah yang ada itu cukup banyak. Malah di air banyak sampah ngambang -_- sampah loh ya, bukan *sensor* dipungut ngga habis-habis sampahnya karena emang banyak banget. Jadi kita cuma pungut sebanyak yang kita mampu. Terima kasih untuk yang telah membuang sampah sembarangan, ibarat bikin rumah, ente udah bikin habitat baru yang bisa ditinggali kayak The Great Pacific Garbage Patch -___- 

Kunjungan selanjutnya adalah Bank Sampah yang didirikan masyarakat di Kepulauan Seribu. Ibu-ibu yang ada di sini mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang bernilai ekonomis seperti tas dan kotak pensil. Ada macem-macem sih, dompet juga ada. Salut buat ibu-ibu! 


Waktu nungguin bus ke hotel

Selesai berkunjung kita balik lagi ke Jegardaaaah~ naik feri. Udah ngantuk banget pokoknya. Padahal kita harus tampilin sesuatu hari ini karena akan ada cultural performance. Gila banget agenda seharian padat! Ngga kayak isi dompet saya .... tipis. Cultural performance selesai jam 11 malam dimana saya sendiri udah ngantuk berat hahaha. Selesai cultural performance juga ada Environmental Day Reflection dan itu kelar jam 1an tengah malem. Meskipun capek, tapi seru :D

dokumentasi: panitia

Wednesday, 29 June 2016

IMYP: Halo, Bonde Utara!

3 Desember 2015
Bonde Utara, Sulawesi Barat

Hari ini rasanya campur aduk karena peserta IMYP bakal merasakan pengalaman untuk homestay di desa nelayan. Paginya, kita ada seminar di Villa Bogor. Setelah selesai seminar di Villa Bogor, kita diberikan waktu untuk siap-siap pada siang harinya. Jadi kami naik pete-pete dari Villa Bogor ke Nusabila. 

Nusabila ini kita sebut dengan kos-kosan -_- saking miripnya sama kos-kosan tempatnya. Gimana engga? Pintunya depan-depanan. Ditambah lagi anak-anak IMYP yang doyan seliweran pinjem setrikaan. Berasa banget hawa-hawa kosannya. Sebenarnya di hari ketiga, beberapa peserta dipindahkan ke Villa Bogor karena ada kamar kosong. Sisanya tetap tinggal di Nusabila. Sebagai peserta yang tertinggal kami cukup bahagia di sini sebab ada wifi dan dekat dengan tempat laundry. Kalau saya disuruh pilih, saya akan tetap milih Nusabila hahaha.

Bonde Utara~

Sore itu setelah berkemas, kami balik lagi ke Villa Bogor dan bersiap untuk menuju Desa Bonde Utara. Desa ini terletak di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Saya dan teman-teman menaiki pete-pete yang telah dibagi berdasarkan tempat tujuan yaitu desa Labuan, Tamangalle, Bonde Utara. Kita pun naik angkot bak orang mau pergi mudik. Naruh barang-barang yang jumlahnya nauzubillah dan bikin kita duduk berdempet-dempetan di dalemnya. Panas gerah keringatan semua jadi satu, semua demi homestay hahaha.

Bareng host family kita pas baru nyampe~

Setibanya di Bonde Utara, kami disambut oleh kepala desa yang akrab dipanggil Pak Desa oleh penduduk sekitar. Pak Desa adalah orang yang ramah. Pertama, kami dibagi ke dalam empat atau lima kelompok. Saya lupa -_- Tiap kelompok akan homestay di satu rumah penduduk lokal. How exciting!!! x) Saya waktu itu satu kelompok sama Fela (Jogja), Chao (Vietnam), Afri (Palembang), Asdim, dan Bambang (They are locals). Ini nih housemate saya selama tinggal di desa ini.

Host Family kitaaah~ 

Disuguhin makanan ama minum :') senangnya~

Waktu itu kita diantar sama panitia ke sebuah rumah di pinggir pantai, deket banget sama pantai alias tinggal jalan doang. Jangankan jalan, ngesot aja bisa sampai pantai saking deketnya! Balik lagi soal rumah, kita sampai di sebuah rumah panggung yang terbuat dari kayu. Kami pun menaiki tangga sambil bawa barang-barang ke atas rumah. Di depan pintu kami disambut oleh pemilik rumah yaitu Pak Nur. Keluarganya Pak Nur amat sangat welcome sama kita :') Kita disuruh duduk dan disuguhin kue-kue dan minum. 

Yay! Keliling desa

Kelar ngobrol-ngobrol bareng sama host family, kita memutuskan untuk jalan-jalan ke luar. Selain saya dan housemate saya, ada temen-temen lain yang ikutan keliling desa. Yang bikin saya bilang desa ini keren banget karena waktu kita jalan-jalan bareng, semua orang terlihat antusias. Pas kita jalan diikutin anak-anak mungkin ini gara-gara ada temen-temen dari Vietnam, Tiongkok sama Thailand, not us wkwkwk. 


Waktu kita icip-icip :9

Sekumpulan ibu-ibu memasak saat kita jalan. Mereka pun nawarin kita untuk nyicipin makanan yang lagi mereka bikin. Yang entah apa itu namanya, makanan berupa daging dan ada rasa kacangnya dan serius rasanya enak~ Ibu-ibu itu juga mengundang kita untuk datang ke acara sunatan anaknya yang akan digelar besok hari. 

Anak-anak lagi main bareng

Rasa kekeluargaan di desa ini berasa banget. Gimana ibu-ibu ngumpul terus masak dan ngobrol bareng, gimana anak-anak main kelereng rame-rame di lapangan tanah. Beda bangetlah sama kehidupan di kota. Jangankan ngobrol sama tetangga, ngeliat mukanya aja jarang. Sementara anak-anak di perkotaan dimanjakan dengan teknologi. Kita lebih familiar ngeliat anak kecil megang smartphone daripada anak kecil yang megang kelereng. 

Where am I?! I was taking this picture! lol

How happy~

Ketika melanjutkan perjalanan, beberapa anak juga terlihat mengikuti kelompok kita dari belakang hingga kita sampai di sebuah dermaga. Ritual wajib alias foto-foto pun tak bisa dihindari -..- Kita menunggu matahari tenggelam sembari menikmati pemandangan. Beberapa orang tampak sibuk duduk sambil ngobrol, dan beberapa orang lainnya memuat barang di perahu yang akan segera berangkat. Anak-anak juga sibuk atraksi loncat ke laut. Kecil-kecil udah jago renang hahaha.

Here we are!

Briefing dulu

Maghrib usai, peserta IMYP di desa Bonde Utara diminta untuk berkumpul karena akan ada sambutan yang akan diadakan di balai desa. Kami membentuk lingkaran dan mendengar penuturan dari Pak Desa tentang kegiatan yang akan kami laksanakan di hari berikutnya. Jempol deh buat desa ini karena sudah mempersiapkan agenda kegiatan yang sedemikian rupa untuk kita :)

Permainan laknat bhahahahaha

Sepulang dari balai desa, kami balik ke rumah. Di rumah kami nggak langsung tidur karena main kartu dulu -_-" ngelanjutin main kartu abis makan malem tadi sebelum ke balai desa. Di sini saya dapat ilmu baru tentang permainan tepuk nyamuk yang sukses bikin tangan perih-perih kena pukul wkwkwkwk meskipun tangan udah merah-merah ngga tau kenapa ngga bisa berhenti maen. Magis memang permainan ini -.- Parahnya lagi kalau kalah main, hukumannya disuruh makan Jepa -makanan tradisional di Majene yang bentuknya bulat- berkat ide gilanya Bambang. Kita juga ajak anaknya Pak Nur untuk bareng main sama kita.

Malam semakin larut, kita pun beranjak tidur. Dan karena cuaca di dekat pantai emang panas banget, konflik pun tak terhindarkan. Perebutan kipas angin antara si Bambang dan Chao yang endingnya kipas angin dimenangkan oleh Chao! Which means that saya bisa tidur nyenyak juga karena ada kipas angin, soalnya saya, Chao dan Fela sekamar hahaha. Oh, I love this place, Bonde Utara.

Saturday, 11 June 2016

IYFCCSD DAY 2

THE BED GRAVITY WAS DOUBLED!!! Susah banget untuk bangun kalau udah tidur di kasur empuk kayak gini. Kelar siap-siap, saya dan roomate saya menuju Cumi-Cumi Cafe untuk makan pagi. Hari ini dresscodenya formal soalnya acaranya secara resmi akan dibuka hari ini. Seharian bakal ada semacam seminar yang dibagi menjadi tiga sesi. Anyway, saya bakal nulis tentang materi yang diberikan pada hari itu biar pembaca sekalian juga kecipratan ilmu yang saya dapetin :3

Hari ini juga akhirnya saya ketemu si Rafid yang dulu pernah seprogram di Majene, Sulawesi Barat. So, it became a small reunion for us. 


Hong, Saya, Rafid

Sesi pertama ada lima pembicara. Pembicara pertama adalah Bapak Budi Haryanto dari UI. Beliau menjelaskan efek perubahan iklim terhadap kesehatan. Faktanya adalah perubahan iklim memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan. Jumlah manusia yang meninggal karena perubahan iklim akan meningkat seiring dengan ekstrimnya perubahan cuaca. 



Perubahan iklim memberikan dampak terhadap lingkungan yang secara tidak langsung akan berimbas terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan misalnya gelombang panas, cuaca ekstrim, naiknya air laut dll dan akhirnya akan berdampak ke kesehatan manusia. Kemarin yang dicontohin adalah gimana DBD bisa nyebar banget di berbagai tempat gara-gara cuaca yang nggak jelas.

Menurut John P. Holdren, hanya ada tiga cara pilihan menghadapi hal ini, yaitu mitigasi, adaptasi dan suffering. Mitigasi artinya melakukan sebuah tindakan untuk memperlambat laju perubahan iklim, sementara adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Sementara suffering adalah efek yang tidak dapat dihindari baik dengan mitigasi maupun adaptasi. 

Kesimpulan dan rekomendasi dari pembicara pertama adalah pertama, perubahan iklim adalah tantangan serius yang kita hadapi dan saat ini dampat terhadap kesehatan telah terjadi. Dan kedua, untuk merespon dampak negatif perubahan iklim ini terhadap manusia, strategi adaptasi untuk kesehatan dan  upaya juga harus dilakukan. Misalnya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak kesehatan yang terjadi akibat perubahan iklim, merevitalisasi program kesehatan masyarakat, memperkuat kapasitas penyedia kesehatan, serta membuat komitmen dan action dengan komunitas dan pemuda.

Bapay Errys menjelaskan tentang Taman Nasional Kepulauan Seribu. Beliau menjelaskan tentang pentingnya konservasi alam. Tugas Taman nasional sendiri ada tiga yaitu untuk melindungi, memelihara dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan publik dan konservasi.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu ada 10 sumber daya alam yang penting yaitu coastal forest, coastal bird, bakau, moluska, kura-kura, ikan, elang, lamun, karang dan cetacean. Sementara itu ada empat ekosistem utama di daerah pantai yaitu bakau, lamun, karang dan coastal forest.

Tentang lamun dan penyu saya tulis di postingan hari ketiga. Btw mau nyambung lagi tentang presentasi pak Errys, ada penjelasan tentang coral reefs. Coral feefs bisa disebut sebagai rainforest di lautan karena kekayaan biodiversitasnya. Coral itu sebenarnya hewan kecil yang tumbuh bersama alga, meskipun bentuknya ngga mirip hewan sama sekali.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu, ada 193 spesies karang, 174 spesies ikan karang dan tempat penting untuk penyu sisik bersarang. Sejak 1970, ekosistem ini terancan oleh metode penangkapan ikan yang berbahaya, belum lagi adanya polutan dari limbah padat, minyak, dan sedimen. Untuk mengatasi hal itu, sejak 2002 semua stakeholders bekerja sama untuk me-recover ekosistem di sana. Baik dengan transplantasi coral, memberikan mata pencaharian alternatif dan komunitas yang berbasis ecotourism. 

Untuk transplantasi karang ada empat metode yang bisa digunakan. Pertama rock pile methods, rack methods, conblock methods, dan artificial reefs.

Kemudian ada presentasi tentang perubahan ikllim dan biodiversitas oleh Asri Asyanti. Perubahan iklim terjadi kurang dari seratus tahun. Penyebabnya adalah industrialisasi dan penggunaan bahan bakar fosil. Efeknya yaitu temperatur global naik, melelehnya es di kutub, naiknya permukaan laut dan gelombang tidal. NASA mengungkapkan bahwa daratan akan hilang sampai 6 meter karena naiknya permukaan laut. Jadi mitos Jakarta bakal tenggelam bisa aja jadi fakta.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini. Pertama menanam pohon untuk mitigasi dan adaptasi, kemudian reduce reuse dan recycle, dan yang terakhir adalah green lifestyle.

Presentasi selanjutnya dari Murni Titi Resdiana tentang GHG emission and impacts. Perubahan iklim ini akan memberikan ketidakstabilan di masyarakat. Misalnya kurangnya pasokan makanan gara-gara gagal panen, ketersediaan air bersih yang kurang, kesehatan yang terganggu akibat perubahan iklim dan rusaknya infrastruktur akibat bencana alam.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bekerjasama dengan negara-negara lain melalui berbagai macam kesepakatan. Salah satu yang terhits adalah Paris Agreement. Long term goalnya adalah mengupayakan agar kenaikan suhu iklim kurang dari 2 derajat kalau bisa sih 1,5 derajat karena kalau lebih, bakal banyak bencana yang akan terjadi.

Pemerintah akan membuat kebijakan agar goal ini dapat tercapai. Selain itu juga dengan membuat program, memonitor dan mengevaluasi. Sementara itu ada beberapa highlights dari pemerintah yaitu pelarangan penanaman sawit dan perluasan tambang, moratorium untuk penebangan hutan serta pembakaran lahan gambut. Selain itu juga pemerintah akan merestorasi lahan gambut sebanyak 2 juta hektar dalam lima tahun di beberapa provinsi di Indonesia.

Yang terakhir adalah presentasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahu ngga sih kalau ternyata yang harus bertanggung jawab atas perubahan iklim itu adalah manusia? Sebenarnya ada dua sesi lagi berhubung saya cape ngetik jadi segini dulu yang dapat saya bagikan.


CWS Team! 

Malamnya ada FGD. Total ada 10 topik untuk FGD yang diambil dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDG's) dan peserta diharuskan untuk memilih satu diantaranya. Saya ambil topik tentang Clean Water and Sanitation karena saya pikir masalah air cukup penting. Yang paling sepi itu tentang topik Life Below Water grupnya si Rafid wkwkwk. Meskipun negara kita isinya air, tapi ngga banyak yang milih topik ini. Meskipun begitu, team Life Below Water ini cukup hebat karena menyabet beberapa award selama forum berlangsung.

Selama FGD berlangsung, tiap grup ditemani oleh fasilitator. Fasilitator untuk grup clean water and sanitation adalah Mas Shofyan dari USAID. Baik bangetlah pokoknya fasilitator kita. Dan emang beliau ahli banget masalah air, jadi selama diskusi berlangsung banyak hal yang bisa kita serap.

Sebenarnya lingkungan bukan isu yang menjadi ketertarikan saya dan sejak mengikuti acara ini, saya jadi lebih sadar *eaaaa* sadar bahwa lingkungan kita udah kritis. Semua orang harus sadar bahwa lingkungan tidak bisa diabaikan begitu saja karena kalau ngga, bencana akan terjadi. Climate change is real! Kita ngga bisa sepenuhnya menyuruh pemerintah untuk bertanggung jawab. Lingkungan itu tanggung jawab kita semua. Saya, kamu, kita... kita?! Lol. Iya beneran. Tugas kita.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Ngga perlu dengan hal-hal besar dulu. Contoh paling gampang aja deh untuk hal yang bisa kita lakuin. Jangan nyampah sebarangan, jangan mubazir pake air sama listrik dan sebagainya. Menjaga lingkungan itu tugas kita semua, minimal ditempat tinggal kita dulu deh mulainya.

Photo credits: IYFCCSD committee

Thursday, 9 June 2016

IYFCCSD DAY 1

Halo!!! Di postingan kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya mengikuti International Youth Forum on Climate Change and Sustainable Development (IYFCCSD) di-bold dulu biar SEOnya bagus lol. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Acara ini dilaksanakan pada 2-5 Juni 2016 di Jakarta. Saya cukup beruntung karena menjadi salah satu dari 100 peserta terpilih dari 600+ pendaftar.

Saya berangkat dari batam jam 11.50 siang dan mendarat di Soekarno Hatta pada pukul 13.30an. Setelah nungguin bagasi, saya menuju C1 untuk bertemu dengan peserta lain yang udah sampai duluan. Ada beberapa orang di sana. Kemudian kita saling memperkenalkan diri. Ada Gio, Ervan, Tisha, Maya dan Ilham. Dua di antara mereka yaitu Nia dan Zul ngambil forum diskusi yang sama dengan saya yaitu tentang Clean Water and Sanitation. So they are my teammate during these four days! :)

Ngomong-ngomong di event kali ini, peserta diminta untuk berangkat sendiri ke venue which was at Aston Marina. Jadi saya ikutan sama Bayu yang udah pesen uber bareng sama Hai dan Tim. Perjalanan dari Soetta ke Aston ditempuh dalam waktu 15 menit aja. Sedikit mengejutkan karena menurut informasi yang saya dapatkan, estimasi waktunya itu sekitar satu jam. Dan driver kita waktu itu bilang kalau macet biasanya lama. Lamanya itu bisa 2-3 jam.

Setibanya di Aston, kami berempat menuju M1 untuk registrasi. Tapi registrasinya belum mulai, kita nungguin ceritanya. Di M1 udah ada beberapa peserta yang lagi santai. Sembari nungguin waktu registrasi kita ngobrol-ngobrol lagi sambil nahan lapar. Niatnya sih mau cari ganjelan dulu. Akhirnya kita gigitin koper sama sofa.

Waktu lagi berbincang bareng peserta lain ada sesosok manusia yang datang. He was Hong! Jadi Hong ini asalnya dari Singapura dan kita ikutan program yang sama, bernama IMYP, Desember tahun lalu di Majene, Sulawesi Barat. Pantesan aja ini anak nanyain harga tiket Batam-Jegardah ke sayaaaa lol.

Dia sempet upset gitu pas tau kalau penerbangan domestik di-reimburse setelah tahu kalau si Hai asal Vietnam yang nyasar studi di Surabaya uang tiketnya diganti karena pakai penerbangan domestik Surabaya-Jakarta nyahahaha. Tau gitu dia mampir dulu ke resort-resort di Batam wkwkwk.

Setelah nunggu dengan perut keroncongan akhirnya registrasi dibukaaa~ Saya dapat temen sekamar anak NTB si Nabiya. Panitia memberikan sebuah amplop berisi kunci kamar. Kamar kita nomer 710 dan kuncinya cuma satu. Btw sedikit ngobrolin tentang roomate saya, dia ini masih semester 2 coba -_-" Padahal baru kemarin rasanya saya ospek, baru kemarin rasanya jadi maba. Eh tahun ini udah mau lulus aja. Time flies fast, berasa banget saya tua bangkanya :')

Berkat cacing-cacing perut yang minta makan saya nyari temen-temen yang kelaparan juga. Fakir makanan ini akhirnya melabuhkan diri di kamar 709 sebab si Nisa bawa makanan. Lumayan kenyang juga abis makan. Kelar dari sana saya ikutan Tisha, Kim sama Hong keliling hotel. Kita terdampar di ruko deket hotel yang ada Indomaretnya. Ada Alfamart juga. Si Hong juga nanya kenapa saya ke Indomaret bukan Alfamart -_- pertanyaan yang simpel tapi susah wkwkwk. 

Kelar jajan kita keliling hotel sembari nunggu dinner time. Kita jalan-jalan ke gym, kolam renang, spa, dan tempat-tempat random lainnya. Kelar muter-muter kita makan malam di Cumi-Cumi Cafe yang berada di dekat lobby hotel. Makanan di sini enak pake bangeeeet~ Apalagi buffet gitu, jadi bisa nambah. Dessertnya apalagi x) Perbaikan gizi bangetlah pokoknya makan di sini :9

Sedikit tentang Aston Marina, di hotel ini ada 33 lantai and what I couldn't resist was the elevator. Soalnya kalau mau naik lift kudu pake kartu. Sempat saya ngga bawa kartu dan alhasil saya kejebak di lift dan dipermainkan wkwkwk. Mana cuma sendiri di dalam. Untung ada beberapa peserta program yang naik ke lantai yang sama :P

Selesai makan, peserta diminta untuk menuju M1 karena ada welcoming remark dari panitia. Not much to tell here. Ada perkenalan dari panitia dan beberapa peserta. Kita dikasih goodie bag juga. Setelah welcoming remark, kita ngemil lagi soalnya disediain coffee break muahahaha. Sambil ngopi-ngopi kita ngobrol bareng peserta lain. Acara kayak gini pas banget untuk membangun jejaring pertemanan. Kelar ngopi-ngopi kita balik lagi ke kamar untuk istirahat.

Day 2, Day 3, Day 4 Nyusul yeh postingannya. Tapi sebelumnya karena saya ngga punya Twitter, Path, dan nggak aktif banget di Instragram dan Facebook jadi saya bikin tagar di sini aja #EYC #EcoYouthCorps #IYFCCSD #IYFClimate

Tuesday, 24 May 2016

IYFCCSD 2016

Orang bilang ada pelangi setelah hujan ....

Setelah gagal di seleksi PPAN, hidup saya disibukkan dengan skripsi, saya jarang buka grup beasiswa. Alasannya memang karena sibuk dan pengeluaran sebagai mahasiswa tingkat akhir emang nggak sedikit. Apalagi harus nabung untuk ambil IELTS dan kebutuhan lainnya. Anyway I still wish for a trip to go to Pareeee!!! Hahaha 

Balik lagi ke grup beasiswa. Enggak tau kesambet apa, saya bukain deh salah satu grup beasiswa yang emang sering update, grup Young Leader Indonesia. Pengen banget jalan-jalan, apalagi kalau gratisan T_T saya pun scroll up, scroll down grup itu, ada lomba, terus ada beberapa program yang partially funded -..- scroll lagi up and down, up and down

Hingga tampaklah sebuah poster yang bilang ada program fully funded. Namanya International Youth Forum on Climate Change and Sustainable Development (IYFCCSD) yang diadakan Kemenpora. Karena fully akhirnya saya sempatkan untuk apply

Pendaftarannya cuma buka semingguan. Kita diminta untuk mengisi form dan mengirimkan CV. Nothing to lose aja waktu itu, diterima syukur, nggak diterima ya nggak apa-apa. Meskipun sedikit berharap sebenarnya hahaha. Pengumuman diadakan tanggal 20 Mei. Jeda 3 hari aja dari deadline yang ditentukan.

Malam tanggal 20, saya internetan doang dari hp. Soalnya modem saya adanya cuma paket tengah malam -.-" Jam 10 lebih, ada email yang masuk ke hp saya. Subjeknya IYFCC Announcements daaaaaan di email tersebut disebutkan bahwa saya diterima untuk mengikuti program ini!!!!



Oh iya, di email juga ada nyangkut temen saya si Rafid yang pernah ikutan program IMYP Desember lalu di Sulawesi Barat. Program IYFCC akan dilaksanakan pada 3-5 Juni 2016 di Jakarta. Jegardah, I'm coming! xD

Dag Dig Dug! Sidang Proposal Skripsi

Yang kedua adalahhhh jreng jreng jreeeenggg~ Pengalaman dengan genre action-horor. Mahasiswa semester akhir pasti ngerti ngoahahaha. Di bulan Mei ini, Universitas Batam mengadakan sidang proposal bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi. Nah, awalnya diumumkan bahwa sidang akan dilaksanakan tanggal 9 Mei. Berhubung saya orangnya suka kerja pas deadline, saya pun santai aja. Padahal belum pernah bimbingan. Entahlah karena saya terlalu pintar atau kelewat tolol saya juga nggak begitu mengerti sampai bisa sesantai itu.

Di akhir April saya bimbingan dengan Pak Ngaliman sebagai dosen pembimbing I. Intinya saya disuruh ganti judul yang agak kemanajemen-manajemenan gitu, soalnya judul saya agak melenceng ke ekonomi pembangunan dan variabel saya rada-rada abstrak. Saya memilih untuk mengambil opsi mengganti judul, dan harus merelakan uang yang melayang untuk beli buku yang akhirnya nggak kepake. Btw wajib punya buku minimal 6 -_- Beginilah yang namanya perjuangan. Untuk berjuang harus ada yang dikorbankan baik pikiran, waktu dan materi :')

Setelah berpikir keras di kamar mandi -kamar mandi adalah spot favorit saya untuk mikir sembari mendengar air keran mengucur- akhirnya muncul ide untuk bikin penelitian tentang kepuasan mahasiswa Universitas Batam. Secara masalah pelayanan Uniba itu jelas terpampang nyata, jadi saya pikir pasti gampang nyari responden nantinya. Temen saya malah ada yang dengan sukarela ingin menjadi responden meskipun saya belum minta tolong untuk ngisi kuesioner! Bayangkan!

Waktu temen saya nanya tentang judul yang akhirnya diganti temen saya banyak yang komen begini "Dendam kali kau sama Uniba" atau "Berani kali bahas-bahas Uniba". Saya rasa membahas tentang Universitas Batam emang nggak ada habisnya, makanya saya ambil judul ini dengan variabel inovasi, kualitas pelayanan dan harga karena emang hal-hal ini yang biasanya dikeluhkan mahasiswa. Ini demi kebaikan kampus biar proposal saya bisa dijadiin bahan buat introspeksi dan seru untuk dikaji. Udah gitu doang. Daripada saya lempar-lempar kaca gedung Fakultas Kedokteran, mending bikin ginian dan bisa 'nampol' secara halus.

Setelah mengajukan judul ini, saya diminta untuk menambah variabel. Itu udah H-4 sidang dan saya harus merampungkan bab I - III. Waktu itu udah pasrah sebenarnya. H-2 saya siap-siap untuk revisi. Waktu saya nge-print, ada pemberitahuan bahwa sidang diundur seminggu setelahnya karena ada penguji yang harus dinas di luar kota. Rasanya legaaaa hahahaha.

Seminggu setelahnya ada pengumuman lagi kalau sidang bakalan diadain hari Selasa. Karena saya belum mendapatkan tanda tangan dosen pembimbing, saya pun pergi ke kampus. Di sana udah banyak mahasiswa yang nunggu dosen untuk tanda tangan proposal. Parah emang, pada kejar tayang. Jadi saya nunggu dari jam 1.30 siang. Dan kita nungguin bapaknya sampai jam 5 sore. Begonya lagi saya nggak bawa kertas ACC -___- 

Malamnya kita bimbingan lagi sama pembimbing II. Ada saya, Kak Nur sama Raihan. Berhubung besoknya sidang, mau nggak mau kita harus minta tanda tangan ke Pak Andi. Daaan akhirnya bapak itu meminta kita datang ke Golden Land setelah jam pelajaran selesai. Sekitar jam 10.30 malam. Endingnya kita kelar jam 12 malam dan itu pun ujung-ujungnya kita lupa tanda tangan -__-"

Keesokan paginya saya ke kampus jam 7 untuk minta tanda tangan lagi ke pembimbing I. Dan bayangkan kalau hari itu jam 10nya sidang! Spare 3 jam saya gunakan untuk bikin presentasi, memperbaiki proposal dan nge-print ulang. Sesampainya di kampus saya fotokopi proposal tiga rangkap. Mana pas datang selesai fotokopi ternyata anak-anak udah pada masuk ruangan untuk seminar dan sidang. Telat deh~

Ketika saya masuk, saya menyerahkan fotokopi proposal meskipun tanda tangan kaprodi dan pembimbing dua belum ada. Waktu itu lagi ada yang 'dibantai' sama penguji -_- dan setelahnya saya dipanggil untuk presentasi. Ajaib emang, karena saya proposal saya belum ditandatangani pembimbing II dan kaprodi tapi bisa maju. Saya pun maju ke depan dan udah pasrah banget. Itupun saya cengengesan doang kalo dikritikin. 

Selesai presentasi, judul saya dikomentarin sama penguji. "Kenapa kamu ambil judul ini?" sambil senyum senyum. Mungkin temen saya juga ane sama judul saya, mungking dalam hati mereka berkata "Ini anak cari mati..." Meskipun di tengah-tengah agak-agak terintimidasi, overall sidang saya berjalan lancar. Di akhir tanya jawab pengujinya bilang sama saya, "Nanti setelah kamu selesai, coba lihatkan ke saya hasil penelitian kamu".

Di minggu itu ada beberapa kali sidang. Yang paling gila pake banget itu pas pengumuman sidang Hari Jumat. Pengumuman sidang diumumin satu jam sebelum sidang! Asli greget. Sejam itu belum izin ke kantor, ngeprint proposal, bikin presentasi dan lainnya. Untung aja saya nggak kayak gitu hahaha.

Nah setelah saya ada temen-temen yang maju. Saya uah senang dong sidangnya udah kelar at least untuk sementara udah bisa tidur nyenyak. Sejak garap proposal skripsi sebenarnya tidur saya nggak tenang. Mau tidur mikir skripsi, bangun tidur mikir skripsi, lagi makan mikir skripsi, saya malah ngga sempat mikirin diri sendiri -_- Sampe mimpi pun, saya mimpi nyari-nyari buku untuk skripsi -_- nightmare bangetlah pokoknya hahahaha.