IYFCCSD DAY 3

01:16

Di hari ketiga, kami diajak field trip ke Kepulauan Seribu. But first of all, kita wajib bangun lebih awal dari biasanya. Seru sih, tapi tela pagi-bagi? *plesetan iklan coklat ratu perak* Tapi demi field trip rela deh bangun pagi. 

Setelah semua peserta program berkumpul, kita dibagi ke dalam dua bus untuk menuju dermaga di Jakarta Utara. Di sana ada dua kapal feri yang siap mengantarkan kita ke Pulau Pramuka. Jarak tempuh antara Jakarta - Pulau Pramuka itu sekitar 1.5 jam. Agak sedikit lebih lama dari Batam - Singapura yang cuma sejam hahaha gini enaknya hidup di perbatasan.

Yeeaay! Saya nyempil kayak upil. Coba cari x)

Di dalam feri semua wajib pake safety jacket. Kebanyakan peserta tidur selama perjalanan. Saya dan beberapa peserta lain mengisi waktu dengan main kartu sambil ngobrol-ngobrol tentang daerah tempat kita tinggal masing-masing. 

Pembukaan acara

Setelah sampai di Pulau Pramuka kita jalan dari dermaga ke tempat pembukaan acara. Di sepanjang jalan banyak turis domestik yang seliweran, ada juga turis mancanegara yang datang. Untuk ukuran pulau, Pulau Pramuka ini cukup padat. Di beberapa tempat masyarakat lokal sibuk dengan hiruk pikuknya menjajakan dagangan kepada wisatawan. Pulau ini rame, hidup.


Ritual wajib (baca: foto-foto)

Kegiatan selanjutnya usai pembukaan acara adalah kunjungan ke tempat penangkaran penyu yang ada di Kepulauan Seribu. Tempat penangkaran ini dibangun tahun 1995 dan program yang dilakukan di sini adalah pelestarian penyu. Petugas yang ada di tempat penangkaran ini tiap hari patroli untuk ngecek apakah ada penyu yang akan bertelur, agar nantinya telur bisa diselamatkan. Di penangkaran, kita diajakin untuk melihat telur penyu, penyu dewasa dan bayi penyuuuu x) yang bentuknya kecil imut-imut kayak mainan xD


Mulai lelah~

Berbicara soal penyu, dunia ada 7 spesies penyu dan 6 diantaranya ada di Indonesia. 2 spesies diantaranya ada di Taman Nasional Kepulauan Seribu yaitu jenis penyu sisik dan penyu hijau dan saat ini statusnya dilindungi. Kamu yang statusnya jomblo coba acungin tangaaan!!! 

Nah setiap penyu wanita bertelur biasanya bikin 50-150 biji telur. Biasanya menetas dalam 2-3 minggu. Telur penyu ini terbilang sensitif. Digeser dikit aja dan diletakkin sembarangan penyunya bisa ngga jadi menetas. 

Predator yang biasanya menggagalkan lahirnya penyu ke dunia ini adalah kepiting, lizard, tidal wave dan yang paling berbahaya itu adalah manusia. Karena kalau ambil telur ngga disisain. Kebayangkan gimana bejatnya kita. Betewe nangkepin penyu hukumnya haram karena menyalahi undang-undang sesuai sama Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

Daripada masuk penjara, lebih baik kita bantu pelestarian. Ada beberapa hal yang kita bisa lakukan. Pertama adalah dengan tidak mengkonsumsi telur penyu dan benda-benda yang berbahan dasar penyu. Salah kalau kita beli telur atau apapun yang berasal dari penyu dengan alasan kasian sama penjual. Dengan membeli barang-barang itu malah bikin mereka mengambil lebih banyak penyu lagi karena pikir 'Wah, laku nih kalo dijual'. Ujung-ujungnya bisa aja penyu cuma tinggal nama. Cucu-cucu atau cicit kita nggak tau penyu itu apa. 

Yang kedua adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan ke laut, apalagi sampah yang tidak bisa terurai misalnya plastik. Plastik itu bisa nge-php binatang laut karena mereka nganggap plastik itu ubur-ubur dan mereka pun memakannya. Alhasil isi perut binatang laut itu ntar plastik. Dan yang makan binatang laut yang makan plastik itu ntar kita. Kebayang ngga? wkwkwk

Dengan membuang sampah ke laut, kita telah mencemari lingkungan. Coba googling berapa banyak hewan laut cacat gara-gara sampah. Ini deh gambarannya. Berkat manusia juga, sampah yang kita buang udah jadi pulau yang dikenal dengan nama "Great Pacific Garbage Patch" di lautan.

Seusai mendapatkan materi dan ilmu tentang perpenyuan, kami melakakukan pelepasan penyu. Nggak banyak sih, tapi ada beberapa biji. Peserta pun banyak yang dada-dada ke penyunya wkwkwk. Penyu pun pergi ke lautan, dan kita pun makan. Bukan makan penyu, tapi makan siang di pinggir pantai. Mana sepoi-sepoi pula anginnya. Bikin ngantuk pollll! uoooh.


Nanem lamun gini nih

Aktivitas selanjutnya adalah penanaman bakau dan lamun yang dilakukan oleh peserta program, meskipun aktivitas foto-foto ngga kalah banyaknya dibanding nanamnya. Saya juga baru tau ada tumbuhan bernama lamun di program ini. Awalnya nggak tau lamun itu apa. Mungkin temennya timun? Saya bener-bener nggak tau apa-apa hahaha. Btw saya mau nge-share lagi tentang bakau sama lamun.


Nanem bakau~

Penjelasan yang agak dalam itu tentang bakau. Ada beberapa point yang menyangkut bakau.
1. Bakau mampu menyerap Co2 sebesar 110 kg/acre
2. Mencegah abrasi yang dihasilkan oleh ombak, gelombang besar dan tsunami
3. Menangkal gangguan air laut masuk ke daratan, menyaring polutan, menahan lumpur dan sedimen
4. Cocok sebagai tempat ikan beranak pinak gimana deh bahasanya -.- terus sebagai perlindungan untuk burung dan biota laut lainnya.
5. Untuk pelitian dan wisata

Bakau di Taman Nasional Kepulauan Seribu ini dilakukan dengan teknik rumpun berjarak. Jadi setiap rumpun 500 batang dan dijarakin 1m untuk nanam 500 batang berikutnya. 

Next penjelasan tentang lamun (seagrass). Bedanya sama rumput laut (seaweed) opo to? Bentuknya aja udah beda sebenarnya. Kalau lamun itu mirip rumput yang ada di darat, tapi kalau rumput laut (seaweedbentuknya ngga kayak rumput. Lamun ngga punya klorofil, sementara rumput laut punya.

Nah beberapa poin yang dijelaskan tentang lamun ini adalah lamun adalah tanaman laut dan life cyclenya itu di laut. Dari 60 spesies lamun di dunia, ada 12 spesies di Indonesia dan 9 spesies terdapat di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Lamun membantu menangkap sedimen dan partikel yang ada sehingga dengan adanya lamun, kejernihan air bisa meningkat. Sebagai tanaman, dan emang kodratnya tanaman, lamun ini menyerap Co2 dan bisa memproduksi O2 di laut. Lamun juga menyediakan makanan dan habitat untuk hewan laut seperti udang, cumi, ikan kecil dsb.

Untuk transplantasi lamun ada dua metode yang bisa digunakan. Pertama plug methods dan yang kedua TERFS methods. Kebetulan yang kita coba waktu field trip adalah metode TERFS dimana lamun ditarok di kawat kotak-kotak dan diikat dengan tissue. Setelah lamun diikat, metal frame siap untuk dicelupin ke laut.

Ribet yee kalau udah ke masalah teori kayak gini hahaha. I feel you! Kegiatan terakhir selama di Pulau Pramuka ini adalah bersih-bersih pantai dan kunjungan ke bank sampah. Peserta dibekali dengan plastik sampah dan kita harus mungut sampah yang kita lihat. Sampah yang ada itu cukup banyak. Malah di air banyak sampah ngambang -_- sampah loh ya, bukan *sensor* dipungut ngga habis-habis sampahnya karena emang banyak banget. Jadi kita cuma pungut sebanyak yang kita mampu. Terima kasih untuk yang telah membuang sampah sembarangan, ibarat bikin rumah, ente udah bikin habitat baru yang bisa ditinggali kayak The Great Pacific Garbage Patch -___- 

Kunjungan selanjutnya adalah Bank Sampah yang didirikan masyarakat di Kepulauan Seribu. Ibu-ibu yang ada di sini mendaur ulang sampah menjadi benda-benda yang bernilai ekonomis seperti tas dan kotak pensil. Ada macem-macem sih, dompet juga ada. Salut buat ibu-ibu! 


Waktu nungguin bus ke hotel

Selesai berkunjung kita balik lagi ke Jegardaaaah~ naik feri. Udah ngantuk banget pokoknya. Padahal kita harus tampilin sesuatu hari ini karena akan ada cultural performance. Gila banget agenda seharian padat! Ngga kayak isi dompet saya .... tipis. Cultural performance selesai jam 11 malam dimana saya sendiri udah ngantuk berat hahaha. Selesai cultural performance juga ada Environmental Day Reflection dan itu kelar jam 1an tengah malem. Meskipun capek, tapi seru :D

dokumentasi: panitia

You Might Also Like

5 comments

  1. hello kak, aku chynthia dari batam jg dan skrg kuliah di unpad bandung. ak mau nanya cara apply magang di BI kak, apakah boleh minta kontak kk? thanks sebelumnya

    ReplyDelete
  2. Wowww rame yaaa

    Jadi inget masa-masa kuliah dulu :')

    #SokUdahLamaTamat
    #PadahalBelumJugaSetahun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar lagi juga kuliah lagi bang. Eaaa yang ngambil master :D

      Delete
  3. Qist, di piayu aku denger ada temen-temen yang konsen di budidaya bakau, maen kesana yok kali-kali ~ Ini aku sekalian blogwalking loh wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw ayok, ajak siapa lagi ya? Anak Gabfest!? Hahaha

      Delete

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.