Pengalaman Ikutan UKM dan Organisasi Kampus

12:44

Sebagai mahasiswa kadang bingung mau menentukan jadi mahasiswa seperti apa. Mau aktif kuliah doang, aktif di organisasi, atau aktif dua-duanya. Biasanya yang sulit menentukan ketiga pilihan diatas adalah mahasiswa baru. Dilema gitu bawaanya. Kalau masuk takutnya ngga bisa bagi waktu, kalau nggak daftar takut nyesel :3

Awal kuliah dulu, saya juga bingung mau gabung apa. Soalnya para senior mempromosikan organisasi dan UKM mereka dengan sangat gencar, mirip-mirip agen MLM -_- Berbekal rasa penasaran dan semangat membara akhirnya para mahasiswa baru yang belum tahu kehidupan kampus sebenarnya (masih polos ceritanya) akhirnya daftarin diri ke organisasi atau UKM yang membuat mereka tertarik. Anak polos pun pada daftar, endingnya pada ilang satu-satu di akhir semester hahahah :'D

Alasan gabungnya juga beda-beda. Pertama memang karena udah ada niat entah itu nyari temen baru, nyari pengalaman baru, nyari kegiatan baru, nyari gebetan baru dengan syarat dan ketentuan berlaku.. khusus buat jones maksudnya :v wkwkwk 

Apapun motifnya, gabung di organisasi atau UKM itu baik. Daripada keluyuran nggak jelas. Clubbing, ngerokok-rokok, minum-minum. Iya, nggak? Soalnya di organisasi bukan badan kamu yang goyang, paling otak doang digoyang karena segudang masalah :'D Buat yang udah niat masuk organisasi atau UKM jangan ragu buat daftar. Serius deh.

Intro-nya gaje ya? Ayo lanjut aja ke pengalaman :'D

Pengalaman Organisasi

Kalau di kampus ada yang namanya HIMAPRODI (Himpunan Mahasiswa Program Studi). Nah, saya ikutan himaprodi manajemen. Biasanya sih himaprodi manajemen sama akuntansi digabung kalau rapat, soalnya anak ekonomi itu udah sepaket kalau di kampus saya. Pertama kali ngumpul anak baru sangat antusias, jadi rame banget. Biasa deh masih penasaran gitu. Alasan mereka ujung-ujungnya ngilang: 1. males; 2. bosen; 3. capek; 4. sibuk; 5. cari sendiri deh wkwkwk

Kegiatan organisasi seperti ini biasanya rapat. Bikin acara misalnya seminar yang berhubungan sama bidang studi. Nah, di himaprodi ini kita punya jabatan struktural dan berkesan formal. Cuma nggak semua kegiatan di organisasi formal. Misalnya aja setiap tahun, biasanya setelah penerimaan murid baru, himaprodi akuntansi dan manajemen bikin acara mostly di pantai buat mengakrabkan diri dengan mahasiswa baru. Yang pasti setelah diadakan suatu acara, ada acara pembubaran panitia setelahnya. Minimal karaoke bareng~ Giliran udah gini aja, anggota yang jarang keliatan pada ngumpul :3

Biasanya himaprodi ini anggotanya rame. Sisi positifnya kita bisa punya banyak temen satu fakultas. Kalau ngadain acara nggak susah, soalnya sumber daya manusia banyak. Beda sama UKM yang anggota sedikit, dan setengahnya siluman. Kadang muncul, kadang ngga, ilang-ilangang itu deh :| Sisi negatifnya karena kebanyakan anggota kadang suka nggak kenal -_- apalagi kalau setiap rapat, muka yang diliat baru, terus kitanya terheran-heran "Itu siapaaa? Itu siapaaah? Kelas mana? Kelas manaaah?" langsung KEPO :3 Parahnya kalau males kenalan hahaha. Ujung-ujungnya keluar deh kalau ngga kenal siapa-siapa kayak gini :'D

Nah kalau ikutan organisasi seperti BEM bakalan lebih keras. Biasanya kalau BEM itu fenomenal, mulai dari pemilihan, pasca pemilihan, soalnya kental politik. Malah pernah di kampus saya BEM dibekukan. Pernah juga setelah pemilihan ada fenomena bakar kertas suara. Politik banget deh kalau udah BEM. Nggak heran deh kalau rata-rata anak organisasi gini jago speak. Beri satu pertanyaan, dijamin deh bakal ada puluhan jawaban. Kalau kata Tango ratusan~:3

Oh iya, apa sih bedanya himaprodi dan BEM? Jadi himaprodi itu himpunan mahasiswa di prodi. Misalnya himaprodi manajemen, isinya ya anak manajemen. Sementara kalau BEM itu yang cakupannya se-universitas. Isinya anak dari macem-macem prodi atau fakultas. Simpelnya BEM ini OSIS-nya anak kuliahan :3 Ngerti, kan? x)

Pengalaman UKM

Saya bergabung di UKM sejak tahun pertama (bukan Usaha Kecil Menengah), tapi Unit Kegiatan Mahasiswa.. U.. KA.. EM.. kebetulan saya suka jurnalistik, dan akhirnya daftar UKM ini buat pelarian setelah ditolak universitas favorit :') Sakitnya masih kerasa :')

Nah, kalau di UKM ini kegiatannya lebih fokus ke satu bidang. Kalau UKM jurnalistik seperti saya, kerjaannya garap majalah. Jadi di UKM itu ketertarikan kita terhadap satu bidang bisa disalurkan. Misalnya aja yang hobi olahraga bisa masuk UKM basket, futsal, dan lain-lain. Kalau belum ada silahkan bentuk UKM sendiri di kampus :3 Syukur-syukur disokong dengan dana dari kampus :')

Di UKM sendiri anggotanya nggak sebanyak himaprodi. Ini yang bikin anak-anak UKM cenderung lebih dekat, karena emang lingkaran pergaulan yang kecil. Kalau rapat muka yang keliatan itu lagi, itu lagi. Bosen juga, tapi seru karena udah kenal xD Di UKM saya misalnya anggota 20 orang, tapi kalau rapat 10 doang yang aktif. Sisanya muncul kalau ada sesuatu~ :'D

Susahnya di UKM kalau lagi bikin event, sumber daya manusianya terbatas. Harus mancing anggota siluman dulu buat muncul supaya bisa bantu-bantu. Misalnya aja mancing pake sertifikat, dijamin ampuh kalau udah gini :3 Ini udah kejadian beberapa kali. Akhirnya anak yang sering aktif dituntut untuk menjadi multi-tasking. Sebenernya sih ini positif, jadi kita bisa belajar banyak. Syaratnya emang harus bermental baja aja :')

Misalnya aja saya, pertama kali daftar UKM minat jadi reporter dan design. Akhirnya saya milih jadi reporter, terus pindah ngurusin blog. Kadang juga bikin proposal dan surat ini itu. Random banget :3 Cuma manfaatnya kita jadi bisa belajar banyak dari sini.

Jadi masuk organisasi atau UKM?

Nah, ini tergantung diri sendiri. Kalau emang hobi berorganisasi silahkan masuk BEM atau HIMAPRODI. Kalau mau jago speak, silahkan juga masuk ke sini. Kalau emang suka hal tertentu gabung UKM aja, biar kita bisa belajar banyak tentang hal yang kita suka. Selain itu gabung di organisasi atau UKM bakalan nambah temen, ilmu dan pengalaman :3

Kalau gabung organisasi kuliah bakal keteteran?

Kalau ini sih balik lagi ke orangnya. Banyak kok temen-temen saya (termasuk saya) yang walaupun aktif di organisasi atau UKM IPKnya tetep bagus. Soalnya setelah gabung ini itu kamu dituntut untuk me-manage waktu sebaik mungkin. 

Kalau emang jeblok berarti kamunya aja yang belum bisa membagi waktu dengan baik :3 Yang ngerasa siapaaa? Hahaha xD


Intinya, nggak rugi gabung di organisasi atau UKM selama kamu bisa membagi waktu dengan baik.

You Might Also Like

0 comments

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.