IYFCCSD DAY 2

12:04

THE BED GRAVITY WAS DOUBLED!!! Susah banget untuk bangun kalau udah tidur di kasur empuk kayak gini. Kelar siap-siap, saya dan roomate saya menuju Cumi-Cumi Cafe untuk makan pagi. Hari ini dresscodenya formal soalnya acaranya secara resmi akan dibuka hari ini. Seharian bakal ada semacam seminar yang dibagi menjadi tiga sesi. Anyway, saya bakal nulis tentang materi yang diberikan pada hari itu biar pembaca sekalian juga kecipratan ilmu yang saya dapetin :3

Hari ini juga akhirnya saya ketemu si Rafid yang dulu pernah seprogram di Majene, Sulawesi Barat. So, it became a small reunion for us. 


Hong, Saya, Rafid

Sesi pertama ada lima pembicara. Pembicara pertama adalah Bapak Budi Haryanto dari UI. Beliau menjelaskan efek perubahan iklim terhadap kesehatan. Faktanya adalah perubahan iklim memberikan pengaruh yang besar terhadap kesehatan. Jumlah manusia yang meninggal karena perubahan iklim akan meningkat seiring dengan ekstrimnya perubahan cuaca. 



Perubahan iklim memberikan dampak terhadap lingkungan yang secara tidak langsung akan berimbas terhadap kesehatan. Dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan misalnya gelombang panas, cuaca ekstrim, naiknya air laut dll dan akhirnya akan berdampak ke kesehatan manusia. Kemarin yang dicontohin adalah gimana DBD bisa nyebar banget di berbagai tempat gara-gara cuaca yang nggak jelas.

Menurut John P. Holdren, hanya ada tiga cara pilihan menghadapi hal ini, yaitu mitigasi, adaptasi dan suffering. Mitigasi artinya melakukan sebuah tindakan untuk memperlambat laju perubahan iklim, sementara adaptasi adalah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Sementara suffering adalah efek yang tidak dapat dihindari baik dengan mitigasi maupun adaptasi. 

Kesimpulan dan rekomendasi dari pembicara pertama adalah pertama, perubahan iklim adalah tantangan serius yang kita hadapi dan saat ini dampat terhadap kesehatan telah terjadi. Dan kedua, untuk merespon dampak negatif perubahan iklim ini terhadap manusia, strategi adaptasi untuk kesehatan dan  upaya juga harus dilakukan. Misalnya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak kesehatan yang terjadi akibat perubahan iklim, merevitalisasi program kesehatan masyarakat, memperkuat kapasitas penyedia kesehatan, serta membuat komitmen dan action dengan komunitas dan pemuda.

Bapay Errys menjelaskan tentang Taman Nasional Kepulauan Seribu. Beliau menjelaskan tentang pentingnya konservasi alam. Tugas Taman nasional sendiri ada tiga yaitu untuk melindungi, memelihara dan memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan publik dan konservasi.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu ada 10 sumber daya alam yang penting yaitu coastal forest, coastal bird, bakau, moluska, kura-kura, ikan, elang, lamun, karang dan cetacean. Sementara itu ada empat ekosistem utama di daerah pantai yaitu bakau, lamun, karang dan coastal forest.

Tentang lamun dan penyu saya tulis di postingan hari ketiga. Btw mau nyambung lagi tentang presentasi pak Errys, ada penjelasan tentang coral reefs. Coral feefs bisa disebut sebagai rainforest di lautan karena kekayaan biodiversitasnya. Coral itu sebenarnya hewan kecil yang tumbuh bersama alga, meskipun bentuknya ngga mirip hewan sama sekali.

Di Taman Nasional Kepulauan Seribu, ada 193 spesies karang, 174 spesies ikan karang dan tempat penting untuk penyu sisik bersarang. Sejak 1970, ekosistem ini terancan oleh metode penangkapan ikan yang berbahaya, belum lagi adanya polutan dari limbah padat, minyak, dan sedimen. Untuk mengatasi hal itu, sejak 2002 semua stakeholders bekerja sama untuk me-recover ekosistem di sana. Baik dengan transplantasi coral, memberikan mata pencaharian alternatif dan komunitas yang berbasis ecotourism. 

Untuk transplantasi karang ada empat metode yang bisa digunakan. Pertama rock pile methods, rack methods, conblock methods, dan artificial reefs.

Kemudian ada presentasi tentang perubahan ikllim dan biodiversitas oleh Asri Asyanti. Perubahan iklim terjadi kurang dari seratus tahun. Penyebabnya adalah industrialisasi dan penggunaan bahan bakar fosil. Efeknya yaitu temperatur global naik, melelehnya es di kutub, naiknya permukaan laut dan gelombang tidal. NASA mengungkapkan bahwa daratan akan hilang sampai 6 meter karena naiknya permukaan laut. Jadi mitos Jakarta bakal tenggelam bisa aja jadi fakta.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini. Pertama menanam pohon untuk mitigasi dan adaptasi, kemudian reduce reuse dan recycle, dan yang terakhir adalah green lifestyle.

Presentasi selanjutnya dari Murni Titi Resdiana tentang GHG emission and impacts. Perubahan iklim ini akan memberikan ketidakstabilan di masyarakat. Misalnya kurangnya pasokan makanan gara-gara gagal panen, ketersediaan air bersih yang kurang, kesehatan yang terganggu akibat perubahan iklim dan rusaknya infrastruktur akibat bencana alam.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah bekerjasama dengan negara-negara lain melalui berbagai macam kesepakatan. Salah satu yang terhits adalah Paris Agreement. Long term goalnya adalah mengupayakan agar kenaikan suhu iklim kurang dari 2 derajat kalau bisa sih 1,5 derajat karena kalau lebih, bakal banyak bencana yang akan terjadi.

Pemerintah akan membuat kebijakan agar goal ini dapat tercapai. Selain itu juga dengan membuat program, memonitor dan mengevaluasi. Sementara itu ada beberapa highlights dari pemerintah yaitu pelarangan penanaman sawit dan perluasan tambang, moratorium untuk penebangan hutan serta pembakaran lahan gambut. Selain itu juga pemerintah akan merestorasi lahan gambut sebanyak 2 juta hektar dalam lima tahun di beberapa provinsi di Indonesia.

Yang terakhir adalah presentasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahu ngga sih kalau ternyata yang harus bertanggung jawab atas perubahan iklim itu adalah manusia? Sebenarnya ada dua sesi lagi berhubung saya cape ngetik jadi segini dulu yang dapat saya bagikan.


CWS Team! 

Malamnya ada FGD. Total ada 10 topik untuk FGD yang diambil dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan kelanjutan dari Millennium Development Goals (MDG's) dan peserta diharuskan untuk memilih satu diantaranya. Saya ambil topik tentang Clean Water and Sanitation karena saya pikir masalah air cukup penting. Yang paling sepi itu tentang topik Life Below Water grupnya si Rafid wkwkwk. Meskipun negara kita isinya air, tapi ngga banyak yang milih topik ini. Meskipun begitu, team Life Below Water ini cukup hebat karena menyabet beberapa award selama forum berlangsung.

Selama FGD berlangsung, tiap grup ditemani oleh fasilitator. Fasilitator untuk grup clean water and sanitation adalah Mas Shofyan dari USAID. Baik bangetlah pokoknya fasilitator kita. Dan emang beliau ahli banget masalah air, jadi selama diskusi berlangsung banyak hal yang bisa kita serap.

Sebenarnya lingkungan bukan isu yang menjadi ketertarikan saya dan sejak mengikuti acara ini, saya jadi lebih sadar *eaaaa* sadar bahwa lingkungan kita udah kritis. Semua orang harus sadar bahwa lingkungan tidak bisa diabaikan begitu saja karena kalau ngga, bencana akan terjadi. Climate change is real! Kita ngga bisa sepenuhnya menyuruh pemerintah untuk bertanggung jawab. Lingkungan itu tanggung jawab kita semua. Saya, kamu, kita... kita?! Lol. Iya beneran. Tugas kita.

Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Ngga perlu dengan hal-hal besar dulu. Contoh paling gampang aja deh untuk hal yang bisa kita lakuin. Jangan nyampah sebarangan, jangan mubazir pake air sama listrik dan sebagainya. Menjaga lingkungan itu tugas kita semua, minimal ditempat tinggal kita dulu deh mulainya.

Photo credits: IYFCCSD committee

You Might Also Like

5 comments

  1. Jika kebanyakan manusia sadar akan tentang pentingnya menjaga lingkungan, seperti kakak kakak semua. Pastinya bumi tidak sekritis ini ^^ Mungkin butuh bencana alam agar mereka sadar tentang manfaatnya melestarikan lingkungan kak xD.. Thanks kak.. Suka artikelnya.. Bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Kira udah mau berkunjung ke sini :)

      Delete
    2. Ya sama-sama.. ^^ sering sering mampir boleh lah ya.. :D /

      Delete
    3. Haha .. isi artikelnya suka.. Kata katanya bagus... Kayak udah terbiasa nulis di novel/koran gitu ya?!? xD betulkan ? :D

      Delete

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.