IMYP: Pembukaan Acara

00:52

Majene, 30 November 2015

Panitia mengetuk pintu kamar. Mereka membangunkan peserta dan memberitahu untuk makan serta bersiap-siap untuk pergi ke opening ceremony di Masjid Agung. Kita makan di lantai dua. Waktu saya naik, ada beberapa peserta yang lagi makan. Ada nasi kuning dan beberapa kue seperti bolu. Ada juga teh dan kopi. Saya pilih kopi biar melek -..- Tapi yang paling penting dari semuanya adalah, mempersiapkan diri untuk menikmati pengalaman di Sulawesi Barat :)

Waktu keluar hotel sama sekali nggak ada bus. Soalnya bus langsung balik ke Makassar begitu selesai mengantarkan kita ke Majene. Daaan diluar udah ada aja bendi lagi ngantri. Jadi peserta naik bendi dari penginapan ke Masjid Agung. Udah lama banget nggak naik yang beginian, terakhir mungkin sekitar 12 tahun lalu. 12. Tahun. Lalu *berasa tua bangka*


Awalnya kita bingung caranya naik bendi, belum lagi kalau kudanya agresif. Efek kuda yang agresif, atau kitanya yang terlanjur kota, kita jadi teriak-teriak heboh waktu kudanya heboh, misalnya kalau ada mobil nge-klakson, kudanya langsung reaktif dan bikin kita kaget. "Ngiiiihiiiihiiihii", suaranya kuda, bukan kuntilanak, sambil melengos menggila. Kusirnya nyengir doang waktu bawa bendinya. Kita yang naik bendi pasrah, tapi seru sih hahaha.



Satu bendi isi 3 orang + 1 kusir

Di sepanjang jalan terlihat banner IMYP. Gila deh, keren! Terlihat rumah-rumah di sepanjang jalan. Ada toko, ada cafe juga, dan Indomaret sebagai indikasi peradaban masa kini. Selain itu, kita juga bisa ngeliat laut dari jalan di beberapa tempat. Dan bener aja, ternyata Majene itu letaknya persis di pinggir laut dan lautnya itu baguuuus! Meskipun saya nggak bisa berenang, saya mengagumi keindahan lautnya :D

Sesampainya di Masjid Agung, banyak mobil yang parkir. Kebetulan acara IMYP dibikin sepaket sama acara wisuda Universitas Sulawesi Barat. Jadi nggak heran kalau misalnya rame gini. Jadi di gedung ini paginya acara wisuda, setelahnya makan siang baru opening IMYP. Pemain rebana kemudian memainkan musik yang mengiringi peserta IMYP masuk ke dalam ruangan. What a surprise! Sambutannya keren. Kita juga diberikan kursi barisan depan sehingga bisa melihat acara wisuda. Ngeliat wisuda di kampus sendiri ngga pernah, malah ngeliat wisuda di kampus orang hahahaha. Selain rektor, acara ini juga dihadiri sama gubernur Sulawesi Barat, dan beliau juga ngucapin selamat datang buat peserta IMYP.




Yeay! IMYP 2015 all participants :)

Makan siang adalah waktu bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat. Kita ngobrol bareng delegasi dari negara lain. Ada Pen Yui (lupa namanya siapa -.-) dari Tiongkok dan lagi nyelesain tugas akhir masternya dengan topik hubungan Indonesia - Tiongkok. Btw dia ini s1-nya ngambil jurusan Bahasa Indonesia. Nggak heran deh bisa ngomong Indo juga. Ada juga superstar kita pada hari itu, Chris, dari Thailand. Asli deh rame kalo ada dia hahaha.

Selesai acara opening kita balik ke penginapan masing-masing. Kita balik naik pete-pete. Jangan bayangin kalau kita naikin pete temennya jengkol -_- pete-pete ini adalah transportasi umum yang lazim digunakan penduduk lokal untuk mencapai destinasi tertentu dengan harga terjangkau. Warnanya beragam dari biru, kuning, dan merah. Rutenya lurus doang, tapi warnanya macem-macem. Jadi pete-pete itu kita sebut angkot. Biar kedengeran khas, kita sebut pete-pete aja :'v


Foto dimana pun, kapanpun :'v

Awalnya sih kita dibilangin kalau nanti ada cultural performance di Masjid Agung. Jelas aja kita yang di B'Nusabila semangat berat. But, sadly we could not go there karena Bang Aden bilang, kita nggak jadi berangkat karena ada berita kalau peserta disuruh istirahat. Padahal peserta itu bukannya capek, tapi malah hiperaktif pengen ngeliat acaranya.

Untuk ngisi kekosongan, kita mutusin untuk jalan. Tapi apa daya, pete-pete yang nganter nggak ada setelah kita nungguin sekian lama. 

Sekian lamaaa~
aku menunggu~
untuk kedatanganmuuuu~
Datanglaah, kedatanganmu kutunggu :v

'tlah lamaaa~
telah lama ku menunggu~ :'v

....tapi pete-petenya nggak dateng. 

Jalan ini, Poros-Trans Sulawesi depan hotel kita

Kita berencana untuk nyegat pete-pete yang bisa nganter kita jalan. Tapi karena nggak ada yang lewat, kita yang di B'Nusabila cuma nongkrong di pinggir jalan depan hotel, dengerin cerita si Tika tentang dia dan kembarannya. Nggak cuma peserta sih, ada beberapa panitia juga yang gabung sama kita waktu itu.

Ngomong-ngomong penginapan kita letaknya di depan jalan Poros-Trans Sulawesi. Nah, jadi jalan ini bisa tembus sampai Manado. Jalurnya dari Sulawesi Selatan, sampai Sulawesi Utara. Di Sulawesi Tengah jalurnya pisah, bisa ke Sulawesi Utara, atau ke Sulawesi Tenggara. Begitu Bang Wahyu asal Palu bercerita kepada kami malam itu.

Meskipun kecewa karena nggak ngeliat cultural performance, kita cukup senang karena peserta udah mulai ngebaur. At least that night, we laughed and had fun together! Meskipun cuma nongkrong di pinggir jalan :')

You Might Also Like

0 comments

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.