Pertukaran Bikin Nagih!

03:59

Pernahkah kamu mendengar tentang pertukaran pelajar atau pemuda antar negara? Saya adalah salah seorang yang mau banget ikutan (lagi). 

Saya tahu tentang pertukaran pelajar ketika saya di SMA. Berawal dari.. sebut saja namanya Bunga. Dia naik angkot langganan kami, dan berbicara tentang pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Waktu itu, saya sudah tidak ikutan Debate Club, jadi kehilangan info keren ini -_- Bunga bilang dia bakal mendaftar program ini. Dalam hati saya bilang, 'Ah, kalau ada kesempatan once in a lifetime nyamperin gue, gue nggak akan menyia-nyiakan!' 

Pada hari Jumat nan kelabu, saat moving-class, saya dipanggil oleh Bu Mei. Beliau adalah salah satu guru bahasa Inggris di SMA saya. Orangnya sedikit cerewet, tapi perhatian dengan murid. Walau terkadang agak nyelekit, tapi baik, serius! *takut ibunya baca xD* 

Bu Mei mengajak saya masuk ke Lab Bahasa, di sana beliau menjabarkan tentang program pertukaran ini, saya udah senyum sendiri membayangkan Amrik itu gimana xD Ah, saya terima kasih banget karena beliau udah memberikan kesempatan kepada saya, yang skor matematika dan fisikanya selalu di bawah KKM dan tidak pernah absen remedial, diperbolehkan untuk ikutan seleksi :'D

Hari terakhir pengumpulan berkas, saya nggak sempat menempel foto lantaran kebanyakan mikir untuk menulis essay -_- akibatnya, Ibu itu murka di depan kelas, hahaha. Kesalahan saya juga, suka mepet. Intinya, berkas saya diterima dan saya ikutan tes wawancara via telepon. Waktu itu, saingan saya adalah murid keren dan beken di sekolah. Juara kelas, anggota OSIS, Juara kelas + anggota OSIS, juara kelas + anggota OSIS + anggota debate. Rada down juga -_-

Rabu pagi, ada pengumuman dari ruang Tata Usaha yang intinya, anak-anak yang telah ikutan wawancara via telepon, bakal dipilih 3 cewek dan 3 cowok untuk ikutan seleksi terakhir, wawancara di Hotel Novotel. Yah, karena udah ngebet pengen ikutan, saya optimis dong nama saya dipanggil. Yak! Benar saja, nama saya dipanggil xD 

Sesampainya di ruang Tata Usaha saya agak kaget juga karena orang yang saya anggap 'berat' malah nggak lolos. Dengan ini, saingan saya cuma 2. Karena kuotanya untuk 1 cowok dan 1 cewek. Satu step lagi!!! xD

Final step, kita berenam datang untuk wawancara di Novotel. Saya ditanyai tentang essay saya. Karena waktu itu nyantumin kalau saya kerja sebagai reporter untuk rubrik remaja di Batam Pos. Kemudian beberapa pertanyaan tentang what if. Gimana cara beradaptasi, gimana caranya kalau host fam nyediain makanan haram :|

Beberapa minggu kemudian, saya dapat telepon dari wali kelas saya, Bu Fitri guru matematika. Ibu ini baik sekali karena nggak pernah lelah dan mengeluh saat saya harus remedial matematika. Karena kebetulan microphone di handphone saya rusak, akhirnya saya sms balik. Daaaaan ibunya balas 'selamat ya Qistina berangkat ke Amrik' Rasanya bahagia sekali.

Saya dan Jeri mewakili SMA kami untuk mengikuti IYLP selama sebulan di Amrik. Saya juga kaget ketika tahu ternyata Jeri yang mewakili. Jeri ini orangnya terlihat calm sekali karena jabatannya sebagai ketua Rohis (Rohani Siswa) walaupun kenyataannya dia adalah playboy kelas kakap :| Terlebih lagi, Jeri dan saya berasal dari SMP yang sama namun beda kelas. 

Balik lagi soal pertukaran pemuda.

Tahun 2013 kemarin saya mendengar tentang program PPAN (Pertukaran Pelajar Antar Negara) sempat ikutan workshopnya, dan jadi 'sakaw' lagi buat pertukaran semacam ini. Entah kenapa waktu itu saya nggak mendaftar, kebetulan juga program yang jadi incaran saya, ICYEP (Indonesia Canada Youth Exchange Program) kuotanya diperuntukkan untuk cowok. Ngomong-ngomong saya mau banget ikutan ICYEP atau AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Program).

Tahun 2014 juga saya urungkan untuk ikutan. Masalahnya adalah mama saya tidak memberikan izin untuk mengikuti program tersebut karena durasinya yang cukup panjang dan saya harus cuti kuliah. Intinya, saya harus lulus dalam 4 tahun, padahal IPK saya nggak jeblok banget :|  Malah mungkin udah lebih dari cukup. Lagian bosen cuma pergi kuliah lalu pulang ke rumah, terkadang ikut rapat UKM. Hidup saya flat banget. Serius. 

Twist-nya adalah ketika suatu malam saya mengecek FB, Robby 'Mic', mantan ketua OSIS saat SMA mem-posting tentang kandidat ICYEP and guess what?! Jeri berangkat ke Kanada. Satu sisi bangga, soalnya partner saya telah berhasil meraih sesuatu. Di satu sisi saya iri [in a good way], karena dia selangkah lebih maju daripada saya xD. Gue kapaaaan?! Hahaha

I'll go abroad too, note that, Jer! xD
Saya sempat berpikir bahwa orang tua = dreamkiller. Definisi sukses menurut mereka berbeda dengan definisi sukses menurut saya. Lulus dalam waktu 4 tahun dan bekerja dengan gaji yang besar adalah sukses bagi mereka. Sementara menurut saya, sukses adalah ketika kita jadi excited untuk menjalai hidup yang penuh warna, keluar dari comfort zone, kalo di fim film itu kayak elu senyum sambil ada backsound ceria gitu :v 

Rencananya, saya bakal mengikuti program ini untuk menambah pengalaman, teman baru, dan wawasan. This program is WORTH to try! Too bad that my mum doesn't give a damn about this :| Sekaligus saya mau bikin kampus bangga :') Kebanyakan mahasiswa di kampus saya adalah mahasiswa pasif yang biasanya ku pu - ku pu. Setelah lulus, saya bakalan apply beasiswa Erasmus Mundus lalu belajar di beberapa negara yang berbeda di Eropa. Kemudian setelah lulus, saya akan turut berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara. Yak, keren sekali bukan? 

Cuma saya harus sadar, sebagus apapun rencana yang saya buat, rencana-Nya yang lebih baik dari rencana saya. Entahlah, optimis dan realistis itu bedanya tipis. Btw, ini cuma postingan hopeless, setengah galau dan setengah iri -_- 

You Might Also Like

2 comments

  1. enak bener, qisti. envyyyyyyyyyyyy, mau juga :') hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikutan deh tuh, pertukaran dari PCMI Kepri. Biasanya ada roadshow ke kampus juga sebelum seleksi. Adanya sekitar bulan Maret atau April kalo nggak salah :3

      Delete

Ayooo! Dikomen dikomen. Dikomen dikomen.